Pasukan Libya berhasil memukul pihak pemberontak di Kota Gharyan. (Foto: Al Jazeera).
Pasukan Libya berhasil memukul pihak pemberontak di Kota Gharyan. (Foto: Al Jazeera).

Pasukan Libya Rebut Kota Kunci dari Pemberontak

Internasional konflik libya libya
Arpan Rahman • 28 Juni 2019 06:11
Tripoli: Pasukan sekutu Pemerintah Libya yang diakui PBB mengklaim telah merebut kembali Gharyan, sebuah kota strategis di selatan ibu kota, Tripoli. Pasukan yang setia kepada komandan militer yang membangkang, Khalifa Haftar, membantah klaim tersebut.
 
Gharyan menjadi pangkalan terdepan utama untuk Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di timur di bawah kekuasaan Haftar yang telah berjuang untuk mencaplok Tripoli.
 
"Gharyan berada di bawah kendali penuh kami. Puluhan pejuang pro-Haftar terbunuh dan setidaknya 18 ditangkap," ujar Juru Bicara pasukan yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Mustafa al-Meiji, kepada AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Klaim itu muncul setelah juru bicara pasukan Haftar menuduh "sel-sel tidur" mengizinkan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) memasuki bagian Gharyan, 100 kilometer barat daya Tripoli, tanpa mengakui kehilangan kota itu.
 
Saksi mata mengatakan bahwa pasukan GNA menyita ruang operasi utama LNA di Gharyan, serta kendaraan LNA dan peralatan lainnya. Kota ini menjadi markas rumah sakit lapangan LNA dan juga merupakan tempat persediaan barang yang datang dari timur.
 
Dikutip dari Al Jazeera, Kamis 27 Juni 2019, LNA telah mendirikan pangkalan helikopter di luar kota.
 
Tayangan gambar diedarkan di jejaring media sosial memperlihatkan pasukan GNA yang berpatroli di Gharyan dan para tahanan yang dikatakan sebagai gerilyawan pro-Haftar.
 
Mejii memuji apa yang dia sebut sebagai "kemenangan signifikan" dan berkata dia sekarang berharap pasukan Haftar "runtuh".
 
Libya terjungkal dalam kekacauan sejak pemberontakan didukung NATO yang menggulingkan dan membunuh penguasa lama Muammar Khadafi pada 2011. Banyak milisi berlomba menguasai negara kaya minyak tersebut.
 
Haftar, purnawirawan jenderal yang ikut serta dalam pemberontakan melawan Khadafi, melancarkan serangan pada Mei 2014 guna membersihkan Libya dari sejumlah kelompok bersenjata yang dia labeli "teroris".
 
Setelah kemajuan pesat dari timur dan selatan negara itu, Haftar merebut Gharyan pada 2 April, dan dua hari kemudian melancarkan serangan ke Tripoli tempat GNA berpangkalan.
 
Tetapi serangan balik oleh pasukan yang setia pada GNA telah menghasilkan kebuntuan di pinggiran selatan ibu kota.
 
Pertempuran Tripoli menewaskan lebih dari 650 orang, termasuk gerilyawan dan warga sipil, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Lebih dari 94.000 telantar akibat perang.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif