Pasukan Suriah berkumpul di dekat kota Khan Sheikhoun, 16 Agustus 2019, (Foto: AFP/STR)
Pasukan Suriah berkumpul di dekat kota Khan Sheikhoun, 16 Agustus 2019, (Foto: AFP/STR)

Pemberontak Mundur dari Area Kunci di Suriah

Internasional krisis suriah konflik suriah
Willy Haryono • 20 Agustus 2019 17:00
Beirut: Sejumlah grup pemberontak dan ekstremis mundur dari sebuah area kunci di Suriah wilayah barat laut, Selasa 20 Agustus 2019. Mundurnya para pemberontak dan militan terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Suriah di wilayah Idlib.
 
Menurut laporan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), para pemberontak dan ekstremis mundur dari kota Khan Sheikhou dan area sekitarnya menuju wilayah selatan pada Selasa dini hari.
 
Kepala SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP bahwa dengan mundurnya pemberontak, maka kota Morek yang dijadikan Turki sebagai titik observasi kini telah dikepung sepenuhnya oleh pasukan Suriah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senin 19 Agustus lalu, sebuah konvoi militer Turki menyeberangi perbatasan dan memasuki Idlib. Konvoi itu kemudian digempur serangan udara, yang dituduh Turki sengaja dilancarkan pemerintah Suriah di bawah komando Presiden Bashar al-Assad.
 
Menurut keterangan Turki, serangan tersebut menewaskan tiga orang. Suriah mengatakan kedatangan konvoi Turki di Idlib adalah sebuah bentuk agresi.
 
Damaskus menegaskan kehadiran Turki di Idlib tidak akan menghentikan operasi pemerintah dalam "memburu sisa-sisa teroris."
 
"Pasukan Suriah telah mengirim pesan jelas kepada rezim Turki dengan menghentikan pergerakan konvoi yang dikirim Ankara untuk membantu para teroris di Khan Sheikhou," tulis surat kabar pro-pemerintah Suriah, Al-Watan.
 
"(Serangan udara) itu adalah peringatan jelas untuk Turki jika berani mendukung teroris," lanjutnya.
 
Setelah perang sipil berlangsung selama delapan tahun, Idlib yang berbatasan dengan Turki adalah satu-satunya wilayah pemberontak di Suriah.
 
Turki menilai serangan udara terhadap konvoi mereka di Idlib telah melanggar perjanjian zona aman yang disepakati dengan Rusia tahun lalu. Sejumlah pihak khawatir insiden tersebut dapat memicu konflik terbuka antara Suriah dan Turki.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif