Pasukan Irak lakukan operasi di Mosul (Foto: AFP).
Pasukan Irak lakukan operasi di Mosul (Foto: AFP).

PBB Pastikan ISIS Bunuh 232 Orang di Dekat Mosul

Fajar Nugraha • 28 Oktober 2016 18:38
medcom.id, Jenewa: Kelompok militan Islamic State (ISIS) dikabarkan membunuh 232 jiwa di dekat kota Mosul, Irak. 
 
Laporan itu disampaikan oleh pihak Dewan HAM PBB pada Jumat 28 Oktober. Laporan muncul di saat pasukan Irak terus merangsek masuk ke wilayah Mosul, untuk menghabisi kekuatan ISIS.
 
"Rabu pekan lalu, 232 warga sipil dilaporkan ditembak mati. Di antara jumlah ini, 190 di antaranya adalah mantan pasukan keamanan Irak," ujar Juru Bicara Dewan HAM PBB Ravina Shamdasani, seperti dikutip AFP, Jumat (28/10/2016).
 
"Laporan ini sudah dikuatkan dengan fakta sebanyak mungkin," lanjutnya, seraya mengkhawatirkan bahwa jumlah korban tewas bisa terus bertambah.
 
Shamdasani menambahkan bahwa pembunuhan dengan gaya eksekusi dilakukan oleh ISIS, sebagai sebuah strategi memaksa mereka yang tinggal di utara Irak untuk masuk ke dalam Mosul.
 
PBB Pastikan ISIS Bunuh 232 Orang di Dekat Mosul
Pasukan Irak terus masuki wilayah Mosul (Foto: AFP).
 
 
Mereka yang digiring masuk ke Mosul, diperkirakan akan dipaksa untuk dijadikan tameng hidup melawan serangan dari pasukan Irak. 
 
"ISIS terus memaksa puluhan ribu orang keluar dari rumah mereka di beberapa distrik dekat Mosul," tutur Shamdasani.
 
Sementara mereka yang dieksekusi termasuk warga sipil yang menolak untuk direlokasi ke Mosul. Selain itu eksekusi juga dilakukan terhadap mereka yang sebelumnya bekerja sebagai pasukan keamanan pemerintah.
 
 
Pasukan Irak yang didukung oleh pasukan Kurdi Pershmega dan dibantu serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), terus mendesak kekuatan ISIS di Mosul. Serangan besar-besaran dimulai sejak minggu lalu.
 
Beberapa waktu lalu, ISIS membalas serangan pasukan Irak dengan melayangkan serangan tiba-tiba di Kirkuk. 16 orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.
 
 
PBB saat ini amat mengkhawatirkan pergerakan massal dari warga yang tengah terjadi. Warga sipil yang mencoba menyelamatkan diri dari peperangan sangatlah berisiko.
 
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan