Presiden Zimbabwe Robert Mugabe segera tentukan nasibnya di pemerintahan (Foto: AFP).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe segera tentukan nasibnya di pemerintahan (Foto: AFP).

Pastikan Masa Depan Mugabe Temui Panglima Militer Zimbabwe

Arpan Rahman • 19 November 2017 16:38
Harare: Presiden Zimbabwe Robert Mugabe akan bertemu dengan panglima militer di tengah tekanan kuat agar dia mengundurkan diri.
 
Mediasi akan dipimpin seorang pastor Katolik, kata televisi pemerintah. Mugabe lebih banyak ditahan di rumahnya sejak tentara mengambil alih kekuasaan, pada Rabu.
 
(Baca: Rakyat Zimbabwe Turun ke Jalan Tuntut Mugabe Mundur).

Perwakilan Partai Zanu-PF yang berkuasa juga akan bertemu demi membahas apakah akan menolak pendiri negara dan presiden mereka. Tentara turun tangan setelah Mugabe, 93, memecat wakilnya Emmerson Mnangagwa.
 
Pemberhentian Mnangagwa membuat istri Mugabe, Grace, berpotensi menjadi presiden berikutnya. Mnangagwa kemungkinan akan dipekerjakan kembali sebagai wakil presiden saat Zanu-PF bersidang.
 
Dilansir BBC, Minggu 19 November 2017, Mugabe memimpin Zimbabwe sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1980.
 
Puluhan ribu warga Zimbabwe turun ke jalan, pada Sabtu, buat merayakan pendudukan tentara dan mendesak Mugabe agar mundur.
 
Mereka merobek foto Mugabe dan berjalan ke kantor dan tempat tinggalnya. Pihak militer berkata akan memberi tahu masyarakat tentang hasil perundingan "sesegera mungkin".
 
(Baca: Rakyat Zimbabwe Senang Militer Kepung Ibu Kota).
 
Sembilan dari 10 cabang Partai Zanu-PF mengatakan Mugabe harus turun dan keputusan mereka kemungkinan akan disahkan pada pertemuan, Minggu 19 November, di majelis tinggi partai tersebut, menurut komite pusat.
 
Wartawan BBC Andrew Harding di Harare mengatakan bahwa ini adalah saat-saat penting dan tidak akan ada lagi kekuasaan Mugabe.
 
Harding menyebut bahwa situasi tampaknya akan lepas kendali dari Partai Zanu-PF dan mungkin merebak dorongan yang luas supaya menggalang pemerintahan transisi yang mencakup oposisi.
 
Negosiasi turunnya Mugabe
 
Berikut, analisis oleh Anne Soy, BBC News, Harare:
 
Sudah dipahami bahwa Presiden Mugabe sejauh ini berkeras bahwa dia tidak dapat mengundurkan diri dan melegitimasi sebuah kudeta.
 
Militer bersikeras bukan kudeta dan muncul tekanan internasional demi menggunakan cara-cara konstitusional untuk menyelesaikan krisis politik. Negosiator sedang meneliti aturan hukum Zimbabwe buat menemukan jalan keluar yang legal.
 
Seruan Sabtu agar warga sipil turun ke jalan terlihat menjadi langkah guna memberi legitimasi pada proses transisi yang sedang dibahas.
 
Basis pendukung Presiden Mugabe terus anjlok. Jajaran veteran perang kemerdekaan, yang bertempur di sampingnya melawan pemerintahan kolonial, juga sudah meminta mantan pemimpin mereka untuk pergi.
 
Namun pukulan terbesar bagi Mugabe dapat dikeluarkan oleh komite pusat Zanu-PF yang berkuasa, pada Minggu. Pertemuan itu bisa membuat Robert Mugabe dipecat sebagai pemimpin partai.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan