"Kami senang tentara berdiri bersama kita dan mereka harus menyelesaikan pekerjaan dengan baik untuk memastikan Mugabe pergi. Karena kita sudah lama menderita," ujar salah seorang demonstran, seperti dilansir dari laman AFP, Sabtu, 18 November 2017.
"Kami sangat senang mereka membebaskan kami dari dinasti Mugabe," imbuhnya.
Demonstran di pusat kota menenggak bir dan menari-nari di jalan. Laporan dari sumber warga negara Indonesia (WNI) di Harare, massa membawa bendera dan beberapa membawa spanduk.
"Hari ini, 18 November 2017, di Zimbabwe terpantau pergerakan konsentrasi massa, masyarakat telah bergerak di beberapa titik demonstrasi, guna menyuarakan turunnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang telah berkuasa selama 37 tahun," ujar WNI tersebut.
Salah seorang demonstran yang mengenakan pakaian dan toga wisuda menuturkan, dia ingin mendapat pekerjaan. Dia mengungkapkan dirinya diwisuda hari ini.
"Kami di sini merayakan kegembiraan kami untuk kembali mendapatkan pekerjaan. Saya di wisuda hari ini, dan saya ingin mendapatkan pekerjaan," tukasnya.
Demonstrasi ini diselenggarakan oleh asosiasi yang mewakili veteran perang pembebasan koloni Inggris. Salah seorang pemimpin veteran Zimbabwe, pada Jumat kemarin mengatakan bahwa Mugabe sudah tidak diizinkan berkuasa.
Partai oposisi utama, Gerakan untuk Perubahan Demokratik, mengatakan bahwa pengambilalihan militer beresonansi dengan sentimen publik nasional. "Dan fakta tidak bisa diubah lagi," imbuh mereka.
Dumiso Dabengwa, mantan menteri dalam negeri dan veteran perang pembebasan, mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat kepada militer Zimbabwe atas inisiatif yang mereka ambil untuk menghalangi istri sang presiden, Grace Mugabe, mengambil alih kekuasaan sang suami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News