Petugas medis dan demonstran mengangkut seseorang yang terluka dalam bentrokan di perbatasan Gaza dan Israel, 26 April 2019. (Foto: AFP)
Petugas medis dan demonstran mengangkut seseorang yang terluka dalam bentrokan di perbatasan Gaza dan Israel, 26 April 2019. (Foto: AFP)

Palestina Serukan Persatuan di Unjuk Rasa Pekan ke-56

Internasional palestina israel hamas
Willy Haryono • 27 April 2019 15:03
Gaza: Sedikitnya 60 pengunjuk rasa Palestina terluka dalam bentrokan dengan prajurit Israel di Jalur Gaza wilayah timur, Jumat 26 April petang waktu setempat.
 
Bentrokan ini merupakan bagian dari demonstrasi rutin warga Palestina pada setiap hari Jumat, dikenal dengan gerakan "Great March of Return." Gerakan ini sudah dimulai sejak Maret 2018.
 
Ashraf al-Qedra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada awak media bahwa 60 demonstran dirawat di rumah sakit akibat luka-luka dalam bentrokan. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya adalah anak-anak, satu petugas medis dan seorang jurnalis foto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Qedra menambahkan 25 dari 60 korban luka itu terkena tembakan senjata api tentara Israel. 
 
Puluhan warga Palestina juga dilaporkan mengalami gejala sesak napas usai menghirup gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel. Bentrokan terbaru terjadi di wilayah Gaza yang berdekatan dengan perbatasan Israel.
 
Sebelumnya, Komisi Tinggi Great March of Return menyerukan warga Palestina untuk bersama-sama berunjuk rasa di Jalur Gaza timur untuk pekan ke-56. Komisi juga menyerukan agar perpecahan di internal Palestina diakhiri.
 
"Menyerukan kesatuan Palestina adalah opsi terbaik bagi warga Palestina dalam menghadapi situasi politik saat ini," tutur komisi tersebut, dilansir dari laman Xinhua, Sabtu 27 April 2019.
 
Sementara itu, juru bicara kelompok Hamas Abdulatif al-Qanou mengeluarkan pernyataan pers via surat elektronik. Ia menyebut demonstrasi pekan ke-56 ini "merefleksikan keinginan warga Palestina untuk mengakhiri perpecahan internal." Hamas adalah kelompok penguasa di Jalur Gaza.
 
Palestina terbagi sejak 2007, saat Hamas menguasai Jalur Gaza, sedangkan Tepi Barat dikuasai partai Fatah di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.
 
Blokade Israel dan perpecahan internal Palestina antara Hamas dan Fatah memperburuk situasi kehidupan, terutama untuk warga di Jalur Gaza.
 
Selama lebih dari setahun sejak Great March of Return berlangsung, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pasukan Israel telah menembak dan membunuh 272 warga Palestina dan melukai 16 ribu lainnya.
 
Baca: Puluhan Ribu Warga Palestina Peringati Demonstrasi 'Great Return'
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif