The Vancouver Law Courts, gedung pengadilan yang akan menjadi tempat persidangan Meng Wanzhou di Kanada. (Foto: AFP/DON MACKINNON)
The Vancouver Law Courts, gedung pengadilan yang akan menjadi tempat persidangan Meng Wanzhou di Kanada. (Foto: AFP/DON MACKINNON)

Petinggi Huawei Gugat Otoritas Kanada

Internasional huawei tiongkok politik kanada
Willy Haryono • 04 Maret 2019 08:53
Vancouver: Petinggi perusahaan telekomunikasi Huawei, Meng Wanzhou, menggugat otoritas Kanada yang dinilai melanggar hak konstitusionalnya saat dirinya ditangkap di Vancouver tahun lalu.
 
"Selain pelanggaran serius terhadap hak konstitusionalnya, klien saya juga mencari ganti rugi atas penyalahgunaan wewenang oleh aparat publik dan penahanan tak berdasar di Bandara Internasional Vancouver pada 1 Desember," ucap pengacara Meng, Howard Mickelson dan Allan Doolittle, seperti dikutip dari media AFP, Minggu 3 Maret 2019.
 
Meng, wanita 47 tahun, ditangkap aparat keamanan Kanada saat hendak berganti pesawat di bandara Vancouver. Dia ditahan atas permintaan Amerika Serikat, karena dinilai telah melanggar aturan sanksi ekonomi Washington terhadap Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditangkapnya Meng memicu penangkapan sejumlah warga Kanada di Tiongkok, sebuah langkah yang dinilai sejumlah pihak sebagai aksi balasan.
 
Dua pengacara Meng mempermasalahkan sikap tidak pantas petugas bea cukai saat Meng diinterogasi di bandara Vancouver selama tiga jam. Semasa interogasi itu, petugas bea cukai Kanada memeriksa telepon genggam, komputer serta koper Meng, yang dinilai kedua pengacaranya sebagai sebuah pelanggaran hak konstitusional.
 
Kementerian Hukum AS menuduh Huawei dan Meng -- menjabat Chief Financial Officer (CFO) -- telah menghindari aturan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Iran. Tidak hanya itu, Huawei dan Meng juga dituding mencoba mencuri sejumlah rahasia dari perusahaan telekomunikasi T-Mobile.
 
Anak dari pendiri Huawei Ren Zhengfei, Meng dijadwalkan hadir di pengadilan Kanada pada 6 Maret mendatang. Nantinya, tim jaksa akan menghadirkan sejumlah bukti terhadap Meng dan juga mengenai detail ekstradisi dari Kanada ke AS.
 
Di akhir proses tersebut -- yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan hitungan tahun -- Jaksa Agung Kanada akan memutuskan apakah Meng akan diserahkan atau tidak ke Negeri Paman Sam.
 
Kedutaan Besar Tiongkok di Kanada menegaskan "sangat tidak puas dan menentang" keputusan proses ekstradisi Meng. Beijing menyebutnya sebagai "persekusi politik" dan meminta agar Kanada "segera membebaskan Meng tanpa syarat."
 
Sejak ditangkap di Vancouver, Meng telah dibebaskan dengan jaminan sembari menanti hasil dari sidang dengar pendapat.
 
Baca:Kanada Mulai Proses Ekstradisi Petinggi Huawei
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif