Seorang personel SDF bersiaga di Baghouz, Suriah, 24 Maret 2019. (Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE)
Seorang personel SDF bersiaga di Baghouz, Suriah, 24 Maret 2019. (Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE)

Akui Kekalahan di Suriah, ISIS Bertekad Balas Dendam

Internasional isis
Willy Haryono • 30 April 2019 06:32
Baghouz: Seorang pria yang mengaku sebagai pimpinan dari kelompok militan Islamic State (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, mengakui kekalahan di Suriah. Pengakuan disampaikan melalui sebuah video propaganda yang dirilis pada Senin 29 April.
 
Baghdadi terakhir kalinya terlihat pada 2014. Kala itu, ia mengumumkan lahirnya "kekhilafahan" ISIS di seantero Irak dan Suriah.
 
Dalam video yang dirilis situs propaganda ISIS Al-Furqan, pria tersebut mengakui kekalahan kelompoknya dalam pertempuran di kota Baghouz. Pertempuran tersebut berakhir dengan kemenangan Pasukan Demokratik Kurdi atau SDF pada akhir Maret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertempuran Baghouz sudah selesai," ujar pria di video tersebut, dilansir dari laman AFP. Ia juga mengakui kekalahan ISIS di Mosul, ibu kota Irak dan juga Sirte di Libya.
 
Meski mengaku kalah, dia menegaskan ISIS tidak "menyerahkan" begitu saja sejumlah wilayahnya. Dia juga berkukuh perang melawan Barat adalah bagian dari "pertempuran jangka panjang," dan bertekad ISIS akan "membalas dendam" atas semua militannya yang telah tewas dibunuh.
 
"Akan ada balasan setelah pertempuran ini," tutur dia.
 
Dalam sebuah segmen di video tersebut saat pria tersebut tidak terlihat, terdengar suara yang menyinggung mengenai rentetan bom di Sri Lanka pada 21 April. Aksi teror tersebut menewaskan 253 orang dan melukai sekitar 500 lainnya. "Serangan itu merupakan balasan atas Baghouz," kata pria tersebut.
 
Akhir Maret lalu, SDF mendeklarasikan kemenangan di Baghouz. "Kami mendeklarasikan kekalahan total dari kekhilafahan dan 100 persen wilayah ISIS," tulis juru bicara SDF, Mustafa Bali.
 
"Di hari yang unik ini, kami mengenang ribuan martir yang telah berkontribusi terhadap kemenangan ini," lanjut dia.
 
ISIS merupakan pecahan dari kelompok al-Qaeda di Irak setelah invasi Amerika Serikat di negara tersebut pada 2003. ISIS kemudian bergabung dalam pemberontakan melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad di tahun 2011.
 
Tiga tahun setelahnya, ISIS merebut banyak wilayah di Suriah serta Irak dan mendeklarasikan kekhilafahan.
 
Jatuhnya kota Baghouz adalah momen krusial dalam peperangan global melawan ISIS. Pemerintah Irak telah mendeklarasikan kemenangan melawan ISIS pada 2017.
 
Namun sejumlah pihak meragukan ISIS sudah benar-benar dikalahkan. AS meyakini ISIS mungkin masih memiliki 15 ribu hingga 20 ribu sel aktif yang dapat beraksi sewaktu-waktu.
 
Baca:Trump Sambut Baik Kekalahan ISIS di Suriah

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif