Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Sambut Baik Kekalahan ISIS di Suriah

Internasional krisis suriah isis donald trump
Willy Haryono • 24 Maret 2019 07:28
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut baik berita kekalahan Islamic State di Baghouz, markas terakhir kelompok militan tersebut di Suriah. Namun ia mengingatkan ISIS masih tetap menjadi ancaman.
 
Dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih di Washington pada Sabtu 23 Maret, Trump mengatakan bahwa AS akan "terus bekerja sama dengan mitra dan sekutu kami untuk memerangi (ISIS) hingga nantinya benar-benar dikalahkan."
 
"AS akan melindungi kepentingan masyarakat Amerika kapan dan di mana pun juga," lanjutnya, seperti dilansir dari laman BBC, Minggu 24 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump mendeskripsikan hilangnya semua wilayah "kekhilafahan" ISIS di Suriah dan Irak sebagai "bukti atas naratif keliru" grup tersebut. "Mereka telah kehilangan semua prestise dan juga kekuatan," ungkap Trump.
 
Dia juga menyerukan kepada "semua anak muda di internet" yang memercayai propaganda (ISIS) untuk memikirkan hal lain seperti mengejar kesuksesan dan "menjalani kehidupan yang baik."
 
Meski kehilangan wilayah di Irak dan Suriah, simpatisan ISIS masih tetap aktif di banyak negara, mulai dari Nigeria hingga Filipina. Saat masih berjaya dulu, ISIS menguasai 88 ribu kilometer per segi di Irak dan Suriah.
 
Pengumuman kemenangan atas ISIS disampaikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada Sabtu 23 Maret. Para pejuang SDF mengibarkan sejumlah bendera kuning di Baghouz sebagai tanda kemenangan.
 
"Kami mendeklarasikan kekalahan total dari kekhilafahan dan 100 persen wilayah ISIS," tulis juru bicara SDF, Mustafa Bali, di Twitter.
 
"Di hari yang unik ini, kami mengenang ribuan martir yang telah berkontribusi terhadap kemenangan ini," lanjut dia.
 
ISIS merupakan pecahan dari kelompok al-Qaeda di Irak setelah invasi Amerika Serikat di negara tersebut pada 2003. ISIS kemudian bergabung dalam pemberontakan melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad di tahun 2011.
 
Tiga tahun setelahnya, ISIS merebut banyak wilayah di Suriah serta Irak dan mendeklarasikan kekhilafahan.
 
Jatuhnya kota Baghouz adalah momen krusial dalam peperangan global melawan ISIS. Pemerintah Irak telah mendeklarasikan kemenangan melawan ISIS pada 2017.
 
Baca:SDF Klaim Telah Berhasil Tumbangkan Kekhilafahan ISIS
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif