75 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Guatemala
Regu penyelamat melakukan pencarian di wilayah yang diliputi debu Gunung Fuego di Guatemala (Foto: AFP).
Guatemala City: Sebanyak 192 orang dilaporkan hilang dan 75 lainnya tewas akibat erupsi Gunung Api Fuego di Guatemala City.
 
Baca juga: Korban Tewas Erupsi Gunung Fuego Jadi 62 Orang.
 
Tujuh wilayah pemukiman warga sudah hancur di saat aktivitas gunung meningkat. Tetapi warga sudah sempat dievakuasi ke tempat aman, meskipun operasi penyelamatan dihentikan karena kondisi buruk.
 
Di Kota Escuintla, -yang jaraknya tidak jauh dari puncak Gunung Fuego,- warga yang panik berlarian ke mobil untuk menyelamatkan diri. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kemacetan parah.
 
Kepala Regu Penyelamat Sergio Cabanas mengatakan bahwa 192 orang masih dilaporkan hilang sejak erupsi yang terjadi Minggu 3 Juni lalu. Sementara pencarian jasad di wilayah pedesaan yang berada di wilayah gunung, hingga saat ini berjalan lamban.
 
Kesulitan evakuasi terjadi karena lokasi yang sulit dijangkau dan medan yang berat. Selain itu gunung yang masih mengeluarkan lumpur panas, batu dan debu makin mempersulit proses evakuasi.
 
"Kami akan terus melakukan pencarian hingga korban terakhir, meskipun tidak diketahui di mana lokasi mereka. Kami akan menyisir wilayah tersebut," tutur Cabanas, seperti dikutip AFP, Rabu 6 Juni 2018.
 
Namun Cabanas sadar, peluang untuk menemukan korban selamat saat ini sangatlah minim.
 
"Jika Anda terjebak di jalur pyroklastik, sangat sulit untuk bisa menyelamatkan diri. Mereka yang terjebak, kemungkinan besar tidak akan ditemukan," tuturnya.
 
Sedangkan 75 warga yang tewas dilaporkan oleh National Institute of Forensic Sciences. Sebelumnya lembaga tersebut mengumumkan korban tewas mencapai 73 jiwa, tetapi kemudian direvisi.
 
Gunung Fuego yang memiliki tinggi 3.763 meter ini meletus pada Minggu 3 Juni dan melontarkan debu serta batu. Pemerintah menyatakan lebih dari 1,7 juta warga terpengaruh bencana ini, termasuk 3.000 jiwa yang diperintahkan untuk dievakuasi. Sebagian dari mereka berlindung di tempat penampungan di Escuintla, Sacatepequez dan Chimaltenango.
 
Presiden Jimmy Morales langsung menyatakan tiga hari berkabung nasional. Presiden Guatemala itu sempat mengunjungi wilayah yang terkena imbas bencana.
 
Ucapan kesedihan juga diutarakan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Dirinya pun menyatakan bahwa PBB siap memberikan bantuan relawan serta bantuan kemanusiaan.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id