Serangan di Wilayah Terakhir ISIS Tewaskan 43 Orang
Pesawat jet tempur F-18 Hornet buatan AS. (Foto: AFP)
Deir Ezzor: Serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat di salah satu wilayah terakhir yang dikuasai kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah timur menewaskan 43 orang, termasuk 17 anak-anak. Kabar disampaikan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), Sabtu 17 November 2018.

SOHR menyebut serangan udara terjadi pada pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Dari total korban tewas, 36 adalah warga sipil termasuk 12 wanita. Tujuh korban lainnya belum dapat teridentifikasi apakah berasal dari warga sipil atau militan ISIS.

SANA, kantor berita pemerintah Suriah, melaporkan bahwa 40 warga sipil, sebagian besar dari mereka wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara tersebut. SANA menyebut korban tewas kemungkinan bertambah karena petugas kesulitan mengevakuasi korban yang terperangkap reruntuhan rumah.


Menurut laporan SOHR, serangan udara terjadi selama sepuluh menit di desa al-Hasan di sisi timur Sungai Efrat di Deir Ezzor.

Baca: Serangan Koalisi AS di Suriah Tewaskan 150 Militan ISIS

"Ini merupakan angka kematian tertinggi dalam serangan udara koalisi sejak pasukan Kurdi yang bermitra dengan AS melancarkan serangan mereka terhadap wilayah ISIS di Suriah timur sejak September," ucap Kepala SOHR Rami Abdel Rahman, seperti dinukil dari media UPI.

Beberapa hari lalu, serangan koalisi di wilayah ISIS di Suriah timur yang berbatasan dengan Irak menewaskan 38 orang. SOHR melaporkan, dari total 38 korban tewas, 32 di antaranya adalah anggota keluarga militan ISIS. Sebanyak 13 dari mereka adalah anak-anak.

ISIS menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak pada 2014. Kala itu, ISIS mendeklarasikan kekhilafahan di kedua negara.

Perang di Suriah telah menewaskan lebih dari 360 ribu orang sejak dimulai pada 2011. Konflik berdarah ini berawal dari gelombang unjuk rasa anti-pemerintah.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id