Menhan Sudan Awad Mohammed Ahmed Ibn Auf. (Foto: AFP)
Menhan Sudan Awad Mohammed Ahmed Ibn Auf. (Foto: AFP)

Pemimpin Kudeta Sudan Mundur Satu Hari usai Dilantik

Internasional politik sudan konflik sudan
Willy Haryono • 13 April 2019 10:15
Khartoum: Awad Mohammed Ahmed Ibn Auf mengundurkan diri dari Ketua Dewan Militer Transisi Sudan satu hari usai dirinya dilantik menduduki jabatan tersebut. Ibn Auf menduduki jabatan tersebut usai Presiden Sudan Omar al-Bashir digulingkan dalam kudeta pada Kamis 11 April.
 
Namun satu hari setelahnya, Jumat 12 April, Ibn Auf memutuskan mengundurkan diri dari Ketua Dewan Militer Transisi Sudan. Dalam sebuah pidato di televisi, dilansir dari laman BBC, Sabtu 13 April 2019, posisi Ibn Auf akan digantikan Letnan Jenderal Abdel Fattah Abdelrahman Burhan.
 
Pengunduran diri Ibn Auf diyakini terjadi akibat desakan warga, yang menolak meninggalkan jalanan usai Bashir digulingkan. Warga menilai Ibn Auf merupakan tokoh yang terlalu dekat dengan Bashir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak Militer Sudan mengatakan akan berkuasa selama dua tahun, sebelum nantinya menggelar pemilihan umum.
 
Tergulingnya Bashir merupakan hasil akhir dari gelombang protes menentang harga barang kebutuhan pokok di Sudan yang terjadi sejak Desember tahun lalu. Sedikitnya 38 orang tewas sepanjang masa protes tersebut.
 
Ibn Auf adalah kepala unit intelijen militer selama konflik Darfur di era 2000-an. Amerika Serikat sempat menjatuhkan sanksi kepada Ibn Auf pada 2002.
 
Merespons pengunduran diri Ibn Auf, para demonstran bersorak sorai di Khartoum. Asosiasi Profesional Sudan (SPA), yang memimpin gerakan protes, menyebut pengunduran diri Ibn Auf sebagai "kemenangan" bagi demonstran.
 
Sebelum mengakhiri unjuk rasa, para demonstran mendesak agar segera dilakukan transisi pemerintahan dari militer ke sipil.
 
Bashir telah didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas konflik Darfur.
 
Demonstrasi di Sudan diawali dengan kekhawatiran warga mengenai melonjaknya harga roti dan bahan bakar minyak sejak Desember tahun lalu. Namun demo tersebut berubah menjadi penentangan terhadap Bashir.
 
Baca:Menteri Pertahanan Sudan jadi Presiden Sementara
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif