Misi ini menjadi langkah penting dalam ambisi besar untuk menghadirkan kembali manusia ke permukaan Bulan dalam beberapa tahun ke depan.
Diluncurkan pada 1 April, Artemis II membawa empat astronot dalam perjalanan sekitar 10 hari, dengan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan misi berawak sebelumnya.
Tidak mendarat, tapi mengorbit bulan
Melansir BBC, Kamis, 2 April 2026, meski menjadi misi berawak bersejarah, Artemis II tidak dirancang untuk mendarat di Bulan. Para astronot hanya akan mengorbit satelit alami Bumi tersebut.Tujuan utama misi ini adalah menguji berbagai sistem penting sebagai persiapan pendaratan manusia di masa depan, yang direncanakan dalam misi lanjutan.
| Baca juga: Ambisi Baru NASA: Misi ke Bulan Digelar Rutin Setiap Tahun |
Sempat diwarnai kendala teknis
Sebelum peluncuran, Artemis II sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis yang cukup menegangkan.Masalah muncul pada sistem penghentian penerbangan serta baterai sistem pembatalan peluncuran. Selain itu, uji coba sebelumnya juga sempat terganggu akibat kebocoran hidrogen dan helium.
Setelah peluncuran, sempat terjadi gangguan komunikasi singkat antara awak dan pusat kendali, serta kendala pada sistem toilet yang kini telah diperbaiki.
Momen peluncuran yang bersejarah
Artemis II lepas landas pada pukul 18:35 CDT dari Kennedy Space Center.Menjelang peluncuran, para astronot menyampaikan pesan dari dalam kapsul Orion.
"Kita akan pergi untuk seluruh umat manusia," kata spesialis misi Jeremy Hansen.
Roket kemudian melaju hingga lebih dari 10.000 mph sebelum pendorongnya terpisah. Saat melintasi Garis Kármán, para awak resmi memasuki ruang angkasa.
Komandan misi Reid Wiseman menggambarkan pengalaman tersebut sebagai pemandangan yang luar biasa.
Apa yang dilakukan astronot selama misi?
Empat awak yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen akan menguji berbagai sistem pada kapsul Orion dan roket Space Launch System.Mereka akan melakukan manuver manual di orbit Bumi, menguji navigasi, serta mengevaluasi sistem pendukung kehidupan.
Selain itu, awak juga akan menguji performa pesawat di luar orbit bulan, mengirim data medis dan ilmiah, dan bekerja dalam kondisi tanpa gravitasi
Menariknya, Hansen akan menjadi warga Kanada pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan.
Kapan manusia kembali mendarat di bulan?
Artemis II hanyalah tahap awal. NASA menargetkan pendaratan manusia kembali di Bulan melalui misi Artemis IV pada 2028.Sebelumnya, Artemis III dijadwalkan pada 2027 untuk menguji proses pertemuan dan penyambungan dengan wahana pendarat.
Dalam misi mendatang, NASA akan menggunakan wahana dari SpaceX dan Blue Origin.
Target akhirnya adalah membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, khususnya di wilayah kutub selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News