Kemunculan Ahmadinejad menjadi sorotan karena sebelumnya sejumlah media lokal Iran melaporkan ia tewas setelah serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyasar sejumlah petinggi di Teheran.
Saat itu, sejumlah media meyakini Ahmadinejad meninggal dunia setelah rudal menghantam area di dekat kediamannya. Sejak perang pecah pada Februari lalu, mantan presiden yang menjabat pada periode 2005-2013 tersebut memang tidak pernah terlihat di ruang publik. Namun, pada prosesi pemakaman Khamenei, Ahmadinejad tampak berada di tengah kerumunan pelayat di Teheran. Ia mengenakan jaket cokelat muda dengan masker yang diturunkan ke leher. Momen tersebut menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik bersenjata berlangsung.
Jutaan pelayat padati Teheran
Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dihadiri lautan pelayat yang memadati jalan-jalan utama Teheran. Peti jenazah Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan udara pada 28 Februari diarak menggunakan truk yang dihias menyerupai kisi-kisi makam imam.
Rekaman udara yang disiarkan televisi pemerintah Iran memperlihatkan massa berpakaian hitam memenuhi kawasan dari Lapangan Azadi hingga sepanjang jalan protokol ibu kota. Jumlah pelayat diperkirakan melampaui prosesi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani pada 2020 yang dihadiri lebih dari satu juta orang.
Pemerintah Iran memanfaatkan prosesi tersebut sebagai simbol persatuan nasional di tengah berlangsungnya pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai upaya mengakhiri konflik secara permanen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda