Menurut Kelly, Donald Trump menegaskan Amerika Serikat akan memberikan respons tegas apabila mendapat serangan. Namun, di sisi lain, ia menilai jalur diplomasi masih menjadi opsi terbaik untuk menyelesaikan persoalan nuklir Iran.
"Presiden Trump telah menegaskan bahwa jika kami diserang, maka kami akan membalas. Meski demikian, beliau percaya Amerika Serikat dan Iran memiliki peluang yang baik untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri kemampuan nuklir Iran," ujar Kelly dalam wawancara dengan Fox News dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pada 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman secara virtual sebagai langkah awal untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Kesepakatan tersebut mencakup rencana pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz sehingga aktivitas maritim dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, Iran juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir. Penyelesaian terkait program nuklir negara tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui perundingan terpisah.
Kedua negara dijadwalkan melanjutkan proses negosiasi dalam waktu 60 hari ke depan guna merumuskan kesepakatan yang lebih komprehensif. Sementara itu, Iran berharap pembahasan tersebut berujung pada pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap negara tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda