Terdapat 172 WNI di wilayah tersebut. Mereka bekerja di perusahaan pertambangan tembaga, First Quantum, sebagai boiler maker, fitter, piper, welder hingga juru masak. Tempat asal mereka di Indonesia beragam, yakni Sumatra Utara; Lampung; Jabar; hingga Sulawesi. Beberapa diantara mereka telah bekerja lebih dari 10 tahun.
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Harare didukung KBRI Harare memfasilitasi pemungutan suara di Solwezi dan Kalumbila dengan secara langsung membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kedua daerah tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Ketua PPLN Harare, Hutomo Bayu Listyaghi, menyampaikan bahwa memfasilitasi WNI adalah bentuk nyata hadirnya negara untuk WNI, bahkan yang tinggal di pelosok Afrika sekalipun.
Hutomo menegaskan pihaknya ingin memastikan semua WNI di wilayah tersebut dapat menggunakan hak konstitusinya.
Pemilu di Solwezi dan Kalumbila berjalan lancar dan penuh antusiasme. Seluruh WNI yang hadir di TPS bisa terfasilitasi hak suaranya.
Adapun penghitungan suara akan dilaksanakan secara serentak pada 17 April 2019 di KBRI Harare, Zimbabwe. Perjalanan dri Solwezi/Kalumbila, Zambia ke Harare, Zimbabwe, ditempuh selama 24 jam jalur darat.
Terselip pesan dari para WNI di perbatasan Zambia-Republik Demokratik Kongo agar pemilu di Indonesia bisa berjalan penuh kegembiraan dan kedamaian.
Baca: Antre Berjam-jam, WNI di Australia Gunakan Hak Pilih
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News