Foto udara memperlihatkan dampak Siklon Idai di Buzi, Mozambik, 20 Maret 2019. (Foto: AFP/Getty)
Foto udara memperlihatkan dampak Siklon Idai di Buzi, Mozambik, 20 Maret 2019. (Foto: AFP/Getty)

Korban Tewas Siklon Idai Lampaui 700 Orang

Internasional zimbabwe siklon tropis
Willy Haryono • 23 Maret 2019 18:41
Beira: Jumlah korban tewas Siklon Tropis Idai di Mozambik, Zimbabwe dan Malawi melampaui 700 orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan adanya lebih banyak bantuan dari komunitas internasional, terutama untuk Mozambik yang terkena dampak paling parah.
 
MNenurut data terbaru Organisasi Keimigrasian Internasional (IOM), salah satu agensi PBB, Sabtu 23 Maret 2019, jumlah korban tewas di Mozambik mencapai 417 orang, 259 di Zimbabwe dan 56 di Malawi. Jika digabung, jumlah korban tewas mencapai 732 orang.
 
Sekitar 1,7 juta orang terkena dampak Siklon Idai, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah orang masih bertahan hidup di tengah kondisi memprihatinkan sepekan setelah Idai melanda Mozambik dengan kecepatan angin hingga hampir mencapai 200 kilometer per jam. Beberapa korban selamat masih terperangkap di atap rumah, dan mereka yang telah diselamatkan membutuhkan bantuan darurat di tengah risiko terkena penyakit menular.
 
Organisasi Program Makanan Dunia (WFP) telah mendeklarasikan krisis banjir level tiga di Mozambik pada Jumat malam. Level krisis setara dengan yang terjadi di Yaman, Suriah dan Sudan Selatan.
 
"Penetapan level krisis akan mempercepat operasi penyelamatan dan pemberian bantuan kepada korban siklon dan banjir bandang," kata juru bicara WFP, Herve Verhoosel, seperti dilansir dari laman The National.
 
"Sekarang, dunia mulai mengetahui skala besar dari bencana yang ditimbulkan Siklon Idai. Kami, sebagai bagian dari komunitas internasional, berada dalam momen krusial untuk bertindak," lanjut dia.
 
WFP dan organisasi lainnya berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan korban Idai, yang banyak di antaranya belum makan dan minum layak selama berhari-hari. Buruknya sanitasi juga semakin meningkatkan risiko munculnya wabah seperti kolera dan malaria.
 
Kota Beira di Mozambik menjadi pusat upaya penyelamatan korban Idai di kawasan. Sebanyak 90 persen dari wilayah di Beira telah hancur berantakan diterjang Idai.
 
Sebelumnya, Presiden Mozambik Filipe Nyusi menyebut Siklon Idai telah memicu "bencana kemanusiaan dalam skala besar." Dia khawatir jumlah korban dapat terus meningkat, bahkan bisa melampaui 1.000 orang.
 
Baca:Berpacu Melawan Waktu untuk Selamatkan Korban Siklon Idai
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif