Arab Saudi Dukung Indonesia jadi Anggota DK PBB
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir di sela-sela pertemuan G20 (Foto: Dok.Kemenlu).
Buenos Aires: Arab Saudi mendukung Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir kepada Menlu Retno Marsudi di sela pertemuan Menlu G20 di Argentina.
 
"Menlu RI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Arab Saudi kepada Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020," demikian dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri yang diterima Medcom.id, Selasa 22 Mei 2018.
 
Menlu Retno juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjadi kontributor perdamaian dunia, senafas dengan upaya pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.
 
Arab Saudi juga mendukung bantuan kemanusiaan Indonesia untuk para pengungsi Palestina. "Dalam kaitan ini kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan dukungan kepada Palestina, khususnya melalui CEAPAD," imbuh pernyataan Kemenlu.
 
Kedua Menlu juga membahas mengenai haji. Namun sayangnya tak dibicarakan lebih rinci.
 
Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Arab Saudi, Menlu Retno juga bertemu dengan Menlu Jepang Taro Kono, dan Menlu Inggris Boris Johnson.
 
Kepada Menlu Jepang, Retno minta agar tidak membangun kedutaan di Yerusalem, mengikuti sekutunya, Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam telah membuka kedubes mereka di Yerusalem pada 14 Mei 2018 lalu.

(Baca: Indonesia Minta Jepang Tak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem).

Pertemuan juga dilakukan antara Menlu Retno dengan Menlu Australia Julie Bishop.  Dalam pertemuan dengan Menlu Australia, kedua Menlu sepakat pentingnya untuk meningkatkan kerja sama melawan terorisme. Bersama Bishop, Menlu Retno membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama bilateral, termasuk upaya untuk menyelesaikan perundingan CEPA pada tahun ini.
 
"Terkait situasi kawasan dan global, kedua Menlu membahas perkembangan pengungsi dari Rakhine State dan dampaknya ke kawasan, persiapan KTM Bali Proses, dan rencana pelaksanaan World Ocean Conference di Indonesia," lanjut pernyataan itu.
 
Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Menlu Inggris, Boris Johnson, Menlu perempuan pertama Indonesia juga membahas berbagai perkembagan kawasan dan global, seperti perkembangan di Palestina dan Rakhine State. Menlu Inggris turut menyampaikan keinginannya untuk dapat berkunjung ke Indonesia dalam waktu tidak terlalu lama.
 
 




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id