Sejumlah gedung di Gaza hancur terkena serangan udara Israel, 25 Maret 2019. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)
Sejumlah gedung di Gaza hancur terkena serangan udara Israel, 25 Maret 2019. (Foto: AFP/MAHMUD HAMS)

Hamas Klaim Telah Sepakati Gencatan Senjata dengan Israel

Internasional mesir israel hamas
Willy Haryono • 26 Maret 2019 09:01
Gaza: Serangan udara Israel mengenai beberapa titik di sepanjang Jalur Gaza, Senin 25 Maret 2019, sebagai balasan atas peluncuran roket yang merusak sebuah rumah dekat Tel Aviv. Namun Hamas, kelompok penguasa Jalur Gaza, mengklaim telah menyepakati gencatan senjata dengan Israel.
 
Hamas mengatakan gencatan senjata itu dimediasi Mesir, setelah terjadinya ketegangan antar kedua kubu menjelang pemilihan umum Israel pada 9 April mendatang.
 
Israel, yang melancarkan serangan udara saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih di Washington, belum berkomentar mengenai klaim Hamas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mesir berhasil memediasi gencatan senjata antara pasukan penjajah dan faksi perlawanan," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, seperti disitat dari laman AFP.
 
Saling serang antar Israel dan Hamas masih berlangsung usai pengumuman gencatan senjata. Namun memasuki dini hari, intensitas penyerangan menurun drastis.
 
Pengumuman gencatan senjata muncul usai Israel menghamtam kantor beberapa petinggi Hamas dan sejumlah target lain di Gaza pada Senin malam. Israel menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas peluncuran roket dari Gaza yang menghancurkan sebuah rumah di dekat Tel Aviv pada Senin pagi. Roket dari Gaza itu melukai tujuh orang.
 
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Gaza, serangan balasan Israel juga melukai tujuh orang. Tidak ada indikasi apakah pemimpin Hamas Ismail Haniya ada di kantornya saat serangan udara Israel berlangsung.
 
Dalam serangan udara, Israel mengaku membidik sebuah bangunan yang diyakini sebagai markas rahasia unit keamanan dan intelijen Hamas. Namun sejumlah warga Gaza menyebut bangunan tersebut adalah kantor perusahaan asuransi Multasim. Kantor Kementerian Keamanan Dalam Negeri Hamas juga terkena serangan udara Israel.
 
Mengomentari ketegangan di sekitar Jalur Gaza dari Gedung Putih, PM Netanyahu mengatakan bahwa "Israel merespons keras terhadap agresi (Hamas)." Sementara Trump yang saat itu bersama PM Netanyahu menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk "membela diri."
 
Usai bertemu Trump, PM Netanyahu akan segera bertolak pulang untuk mengurusi masalah terkait Hamas. Dia membatalkan acara konferensi tahunan AIPAC yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa 26 Maret.
 
Baca:Roket dari Gaza Hantam Rumah di Israel, 7 Terluka
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif