PM Benjamin Netanyahu dilantik di parlemen baru Israel, Selasa 30 April 2019. (Foto: AFP/GALI TIBBON)
PM Benjamin Netanyahu dilantik di parlemen baru Israel, Selasa 30 April 2019. (Foto: AFP/GALI TIBBON)

PM Netanyahu Dilantik di Parlemen Israel

Internasional israel pemilu israel
Arpan Rahman • 01 Mei 2019 20:05
Tel Aviv: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilantik di parlemen baru Israel, Selasa 30 April, setelah kemenangan dirinya dalam pemilihan umum beberapa pekan lalu. Ia dijadwalkan membentuk sebuah pemerintahan koalisi dalam beberapa hari ke depan.
 
Netanyahu adalah satu dari 120 anggota Knesset, nama dari parlemen Israel. Ia dilantik dalam sebuah upacara resmi.
 
Sesi-sesi penuh perdebatan mungkin akan terjadi di parlemen Israel atas berbagai hal, termasuk mengenai kasus hukum yang membayang-bayangi PM Netanyahu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa bulan ke depan, terbuka kemungkinan adanya sejumlah dakwaan terhadap PM Netanyahu atas tuduhan penipuan, penyuapan dan pelanggaran kepercayaan.
 
Partai Likud PM Netanyahu meraih 35 kursi dalam pemilu. Jumlah yang sama didapatkan aliansi Blue and White pimpinan mantan petinggi militer Benny Gantz.
 
Namun dukungan dari beberapa partai sayap kanan membuat Likud mendapat dukungan dari 65 anggota parlemen, sehingga Netanyahu tetap menjadi PM Israel untuk periode kelima.
 
Pada 17 April, Presiden Israel Reuven Rivlin telah menugaskan PM Netanyahu untuk membentuk pemerintahan baru. Dia memiliki waktu 28 hari, dengan kemungkinan adanya perpanjangan dua pekan.
 
Sebelum dilantik, PM Netanyahu menyebut perpanjangan mungkin harus diambil karena negosiasi untuk membentuk pemerintahan koalisi terbilang sulit.
 
Setelah dilantik, dinukil dari laman Channel News Asia, Rabu 1 Mei 2019,PM Netanyahu menegaskan bahwa "kita semua harus mengambil tindakan yang menguntungkan seluruh rakyat Israel tanpa terkecuali."
 
Gantz, kepala aliansi Blue and White, sempat menantang PM Netanyahu dalam masalah keamanan dan menjanjikan dunia politik Israel yang lebih bersih dari saat ini. Sementara Netanyahu menjanjikan kepada pendukungnya bahwa pemerintahan sayap kanan Israel akan mencaplok permukiman di Tepi Barat.
 
Sementara Presiden Rivlin meminta kepada parlemen Israel untuk mengakhiri perpecahan internal yang terjadi semasa kampanye, "Sekarang, semua itu telah berakhir. Cukup sudah. Kini saatnya untuk bangkit," tegas Rivlin.
 
Baca:Indonesia Tegaskan Dataran Tinggi Golan Bagian dari Suriah

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif