Sasar aset strategis AS dan Israel
Langkah ini menjadi fase ke-59 dari rangkaian operasi balasan Iran yang menyasar aset strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk hingga Levant.
Berdasarkan laporan kantor berita Fars, rudal diluncurkan untuk menargetkan pangkalan militer AS di sejumlah negara, mulai dari Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga wilayah Kurdistan di Irak.
Tidak hanya itu, IRGC juga mengonfirmasi serangan ke wilayah Israel. Kota-kota seperti Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh dilaporkan menjadi target dalam operasi tersebut.
Mengenal rudal Haj Qasem
Rudal Haj Qasem sendiri merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Rudal ini pertama kali diperkenalkan pada 2020 dan dinamai sesuai mendiang Jenderal Qasem Soleimani.
Penggunaan kali ini menjadi yang pertama dalam konflik terbuka melawan AS dan Israel pada Maret 2026.
Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.
Penggunaan rudal dengan jangkauan 1.400 kilometer ini menunjukkan kemampuan Iran menjangkau pangkalan militer AS di kawasan serta seluruh wilayah Israel tanpa harus memindahkan peluncur dari dalam negeri.
Lanjutan Operasi True Promise
Situasi di Timur Tengah pun masih dinamis dengan potensi eskalasi lanjutan, mengingat Iran disebut masih memiliki cadangan rudal balistik yang besar serta komitmen melanjutkan Operasi True Promise hingga tujuan strategis tercapai.
Analis militer menilai penggunaan rudal berbahan bakar padat akan menyulitkan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan Patriot karena waktu respons yang lebih singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News