Jika tidak, Iran mengancam balik untuk menutup arus ekspor dan impor di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.
“Blokade laut yang dilakukan AS dinilai ilegal dan berpotensi mengganggu keamanan kapal dagang serta tanker minyak Iran,” kata Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), Jenderal Ali Abdollahi.
Abdollahi menyebut, apabila tekanan maritim tersebut tidak dihentikan, Iran akan menganggap langkah AS sebagai bentuk pelanggaran awal terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlaku.
Ia juga menegaskan militer Iran siap mengambil langkah tegas. Jika blokade berlanjut, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor dan impor tetap berjalan bebas di jalur perairan strategis kawasan.
Ancaman tersebut mencakup tiga jalur vital pelayaran dunia, yakni Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah, yang selama ini menjadi koridor utama perdagangan serta distribusi energi global.
Situasi memanas setelah sejak Senin (13/4), Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran. Kebijakan itu diambil usai perundingan antara kedua negara di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News