Misi Artemis II, momen peluncuran kapsul Orion  dari Launch Complex 39B (Dok. NASA)
Misi Artemis II, momen peluncuran kapsul Orion dari Launch Complex 39B (Dok. NASA)

Artemis II Resmi Meluncur, Inilah Fakta di Balik Misi Berawak Pertama NASA ke Orbit Bulan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 April 2026 17:29
Ringkasnya gini..
  • Pada tanggal 1 April 2026, NASA sukses meluncurkan misi Artemis II dari Launch Complex 39B.
  • Misi Artemis II membawa manusia melintasi jarak lebih dari 380.000 kilometer dari Bumi.
  • Misi ini berfungsi sebagai laboratorium pengujian untuk teknologi dan sistem pendukung kehidupan jangka panjang.
Jakarta: Era baru penjelajahan antariksa resmi dimulai. Pada tanggal 1 April 2026, NASA sukses meluncurkan misi Artemis II dari Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Florida. Misi ini menandai momen pertama kalinya manusia kembali melakukan perjalanan menuju orbit Bulan dalam lebih dari 50 tahun sejak berakhirnya program Apollo.
 
Berdasarkan data resmi NASA, berikut adalah fakta-fakta menarik dan sorotan utama dari misi berawak pertama di program Artemis ini:

Kembali ke Deep Space setelah Setengah Abad


Misi Artemis II membawa manusia melintasi jarak lebih dari 380.000 kilometer dari Bumi. Jarak sejauh ini terakhir kali ditempuh oleh awak Apollo 8 pada tahun 1968. Kapsul Orion, yang diberi nama Integrity, akan membawa kru lebih jauh dari Bumi dibandingkan misi manusia mana pun dalam sejarah, menembus batas deep space yang selama ini hanya dijelajahi oleh wahana tanpa awak.

Fenomena "Earthrise" Generasi Baru


Salah satu momen yang paling dinantikan adalah peluang para kru untuk menyaksikan kembali fenomena "Earthrise". Ini adalah pemandangan di mana Bumi terlihat terbit dari cakrawala Bulan. Gambar ikonik ini pertama kali diambil pada masa Apollo dan berhasil mengguncang kesadaran dunia mengenai betapa indahnya sekaligus rapuhnya planet kita. Kini, dengan teknologi kamera modern, dunia akan melihat "Earthrise" dalam kualitas yang belum pernah ada sebelumnya.

Kru Legendaris Artemis II


Di dalam kapsul Orion, terdapat empat astronaut yang kini tengah dalam perjalanan menuju rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi:
 
Reid Wiseman (Komandan)
Victor Glover (Pilot)
Christina Koch (Spesialis Misi)
Jeremy Hansen (Spesialis Misi - CSA)  

Fondasi Menuju Mars

Perlu dipahami bahwa program Artemis bukan hanya tentang kembali ke Bulan. Misi ini berfungsi sebagai laboratorium pengujian untuk teknologi dan sistem pendukung kehidupan jangka panjang. Data yang dikumpulkan selama perjalanan 10 hari ini akan menjadi fondasi krusial bagi ambisi besar NASA selanjutnya adalah mengirimkan manusia ke Planet Mars pada dekade mendatang.

Kekuatan Roket Paling Dahsyat

Keberhasilan peluncuran ini didorong oleh roket Space Launch System (SLS) yang menghasilkan daya dorong luar biasa sebesar 8,8 juta pon saat lepas landas. Kekuatan ini setara dengan 15% lebih besar daripada roket Saturn V yang digunakan pada era Apollo, menjadikannya roket paling kuat yang pernah berhasil meluncurkan manusia ke orbit.

Uji Coba Manuver Manual


Berbeda dengan misi otomatis, di Artemis II para astronaut akan melakukan demonstrasi operasi jarak dekat. Mereka akan mencoba mengendalikan kapsul Orion secara manual untuk mendekati bagian roket yang sudah terpisah. Tes ini sangat penting untuk memastikan manusia tetap memiliki kendali penuh jika sistem otomatis mengalami gangguan di ruang angkasa.

Misi Artemis II adalah pembuktian bahwa batas langit bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru penjelajahan. Dengan keberagaman kru dan teknologi mutakhir, perjalanan menuju orbit Bulan ini membawa pesan bahwa Bumi siap untuk melangkah lebih jauh ke sistem tata surya.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan