Aparat keamanan bersiaga di kota London, Inggris. (Foto: AFP)
Aparat keamanan bersiaga di kota London, Inggris. (Foto: AFP)

Protes Eksekusi Mati, Pria Panjat Kedubes Bahrain

Internasional eksekusi mati bahrain
Arpan Rahman • 28 Juli 2019 14:12
London: Seorang pria memanjat gedung Kedutaan Besar Bahrain di London, Inggris, untuk memprotes rencana eksekusi mati dua pria di Bahrain. Pria bernama Mossa Mohamed itu meminta Perdana Menteri baru Inggris Boris Johnson untuk mencegah jalannya eksekusi tersebut.
 
"Saya mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan dua pria yang akan dieksekusi dalam beberapa jam ke depan. Boris Johnson, bertindaklah sekarang!" tulis spanduk yang dibawa pria itu, dikutip dari Independent, Sabtu 27 Juli 2019.
 
Mohamed mengaku tidak akan meninggalkan atap kedubes hingga PM Johnson menghubungi Raja Bahrain untuk menghentikan eksekusi. Namun eksekusi itu tetap berjalan sesuai rencana pada Sabtu pagi waktu Bahrain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi menggunakan megafon dan memerintahkan staf kedubes untuk kembali masuk ke gedung setelah Mohamed tak terlihat lagi di atap. Petugas mencoba masuk melalui pintu kedubes, namun terkunci saat kejadian.
 
Petugas pemadam kebakaran kemudian menggunakan alat pendobrak. Aparat keamanan pun akhirnya masuk ke dalam gedung.
 
Selang beberapa saat Mohamed digiring keluar gedung dan diperiksa terlebih dahulu oleh tim medis. Ia kemudian ditangkap atas pelanggaran memasuki wilayah diplomatik tanpa izin.
 
Seorang juru bicara Kedubes Bahrain mengatakan Mohamed telah bertindak di luar kewajaran dalam mengekspresikan pandangannya.
 
"Dia mengancam akan melompat dari atap gedung, dan staf kami berusaha mencegah hal tersebut demi keselamatan dirinya," ujar pernyataan resmi Kedubes Bahrain di London.
 
Bahrain telah mengeksekusi mati dua pria bernama Ali Al Arab dan Ahmad Al Arab. Keduanya teaws di tangan tim penembak pemerintah Bahrain.
 
Ali dan Ahmad sempat menjalani persidangan massal bersama 58 orang lainnya dalam kasus terorisme. Keduanya dinyatakan bersalah atas tuduhan "membentuk sebuah grup teror" yang melancarkan rangkaian serangan bersenjata di Bahrain.
 
Satu terpidana lainnya juga dieksekusi mati bersama Ali dan Ahmad. Namun terpidana ketiga itu bukan dari kasus terorisme, melainkan pembunuhan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif