Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidatonya di Kairo, Mesir, 28 Januari 2019. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidatonya di Kairo, Mesir, 28 Januari 2019. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)

Macron Kecam 11 Kematian dalam Gerakan 'Rompi Kuning'

Internasional prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 29 Januari 2019 10:11
Kairo: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam 11 kematian yang terjadi selama berlangsungnya gerakan "rompi kuning." Ia menyebut 11 kematian itu bukan diakibatkan pasukan keamanan Prancis.
 
Sejak pertengahan November 2018, puluhan ribu pengunjuk rasa bergerak menentang berbagai kebijakan Macron. Demonstrasi tersebut berulang pada setiap pekan, dan yang terakhir terjadi pada Sabtu 26 Januari.
 
"Saya menyayangkan adanya 11 warga Prancis yang tewas selama krisis ini berlangsung," ujar Macron dalam kunjungannya ke Kairo, Mesir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada satu pun dari mereka yang merupakan korban dari pasukan keamanan," tambah dia, seperti dikutip dari laman AFP, Senin 28 Januari 2019.
 
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut korban tewas terakhir dalam aksi protes rompi kuning adalah warga berusia 52 tahun. Ia meninggal dunia akibat serangan jantung dalam demonstrasi di Paris pekan kemarin.
 
Meski memuji kinerja pasukan keamanan Prancis dalam mengendalikan demonstran, Macorn juga berkomitmen melindungi hak warga untuk berunjuk rasa. "Penangkapan terhadap para pengacau dan ekstremis itu dibenarkan secara hukum," sebut Macron.
 
"Mereka ditangkap bukan karena menyuarakan sesuatu, bukan karena memikirkan suatu hal," jelas dia.
 
Sabtu 26 Januari, 223 orang ditangkap dalam unjuk rasa di Paris. Kemendagri Prancis mengestimasi jumlah pedemo di seantero negeri pada Sabtu kemarin mencapai 69 ribu. Jumlahnya menurun dari kisaran 80 ribu satu pekan sebelumnya.
 
Rompi kuning awalnya adalah sebuah gerakan yang menentang rencana penaikan pajak bahan bakar minyak di Prancis. Namun setelah pemerintah membatalkannya, unjuk rasa tetap berlangsung hingga saat ini.
 
Baca:'Syal Merah' Menentang 'Rompi Kuning' di Prancis

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif