Ilustrasi senjata api. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi senjata api. (Foto: Medcom.id)

Lagi, Warga Selandia Baru Beramai-ramai Serahkan Senjata

Internasional Penembakan Selandia Baru
Willy Haryono • 13 Juli 2019 20:07
Christchurch: Warga Selandia Baru kembali beramai-ramai menyerahkan senjata api jenis semi-otomatis mereka, Sabtu 13 Juli 2019, terkait tragedi penembakan Christchurch yang menewaskan 51 orang pada Maret lalu.
 
Pemerintah Selandia Baru bergerak cepat dengan memberlakukan aturan terbaru terkait senjata api usai penembakan di dua masjid di Christchurch.
 
Skema penyerahan ini sudah pernah dilakukan sebelumnya di bulan yang sama dengan tragedi penembakan di Christchurch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Warga Selandia Baru Berbondong-bondong Serahkan Senjata Api
 
Selain di Christchurch, penyerahan senjata juga dilakukan di sekitar 250 titik yang tersebar di seantero Selandia Baru. Dana kompensasi senilai GBP230 ribu atau setara Rp4 miliar kepada 169 orang yang menyerahkan total 224 senjata.
 
Setelah dikumpulkan dan dana kompensasi dibayarkan pemerintah, semua senjata itu dihancurkan.
 
"Ini merupakan perubahan besar dalam masyarakat pemegang senjata api yang tunduk terhadap hukum. Kami mendengar respons positif dari masyarakat," ucap komandan polisi regional Mike Johnson, dikutip dari laman BBC.
 
Lebih dari 900 pemilik senjata api di Canterbury telah terdaftar untuk menyerahkan 1.415 senjata api. Seorang pemilik senjata api, yang meminta agar identitasnya disembunyikan, mengaku senang dengan kompensasi GBP6.900R (setara Rp121 juta) untuk senjata berburu semi-otomatis miliknya.
 
"Saya tidak menyangka proses ini berjalan dengan adil. Pemerintah menangani masalah ini dengan baik," tutur dia kepada surat kabar New Zealand Herald.
 
Namun, tidak semua orang senang dengan penyerahan senjata ini. Vincent Sanders asal Christchurch mengaku kecewa karena hanya ditawari USD150 (setara Rp2 juta) untuk senjata berusia 100 tahun milik kakeknya.
 
Pemerintah Selandia Baru telah menganggarkan GBP110 juta atau setara Rp1,9 triliun untuk skema kompensasi senjata dari warga.
 
Reformasi aturan senjata api diterapkan di Selandia Baru pada April lalu, yang melarang senapan semi-otomatis bergaya militer serta sejumlah komponen yang dapat digunakan untuk merakit senjata.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif