Situasi ini dipicu oleh serangan udara besar-besaran Israel ke Lebanon. Teheran menilai Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan ke Lebanon, termasuk di wilayah Beirut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan marah atas respons Iran yang menutup Selat Hormuz. Trump menginginkan jalur vital distribusi energi dunia itu harus tetap dibuka.
Pernyataan resmi AS
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan sikap pemerintah AS terhadap situasi tersebut.
Ia menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz tidak dapat diterima. Selain itu, Leavitt juga menyampaikan bahwa Presiden Trump menuntut agar jalur tersebut segera dibuka kembali dan dijamin keamanannya.
Penutupan Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap perdagangan energi global. Sejumlah kapal tanker dilaporkan tertahan, sementara arus pelayaran mengalami gangguan.
Iran juga disebut sempat memberlakukan pembatasan ketat hingga ancaman terhadap kapal yang melintas tanpa izin, yang kembali memicu ketegangan.
Gencatan senjata terancam batal
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS, Iran, dan Israel berada di ambang kegagalan. Perbedaan interpretasi terkait cakupan wilayah, khususnya Lebanon, menjadi sumber ketegangan baru.
Meski perundingan damai dijadwalkan berlangsung di Islamabad, situasi militer di kawasan masih memanas dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News