Pesawat jet tempur Su-25 buatan Rusia. (Foto: AFP)
Pesawat jet tempur Su-25 buatan Rusia. (Foto: AFP)

22 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Internasional krisis suriah konflik suriah
Arpan Rahman • 14 Juli 2019 11:29
Idlib: Sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan udara Suriah dan Rusia di wilayah utara Idlib dalam dua hari terakhir. Sementara sebelas lainnya meninggal akibat serangan udara di beberapa area lainnya di provinsi tersebut pada Sabtu 13 Juli 2019.
 
Kabar terbaru disampaikan grup penolong White Helmets, yang juga menyebutkan adanya tiga korban tewas, termasuk seorang perempuan dan anak-anak, dalam serangan udara di kota Kafarya, Idlib timur.
 
Dalam informasi di Twitter, rangkaian serangan udara Suriah dan Rusia di Idlib juga melukai sebelas orang, termasuk satu personal White Helmets. Total korban tewas dan luka dalam serangan di Idlib dalam dua hari terakhir masing-masing 22 dan sebelas orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu di lokasi terpisah di hari yang sama, serangan udara di kota Khan Sheikhoun menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk empat anak-anak dan dua wanita. Para korban meninggal setelah serangan pesawat jet tempur mengenai rumah mereka.
 
Dikutip dari Al Jazeera, Rangkaian serangan terbaru ini terjadi satu hari usai gempuran serupa menewaskan sedikitnya sebelas orang di provinsi Idlib dan Hama.
 
Baca: Pengeboman di Idlib Tewaskan 14 Warga, Termasuk 7 Anak-Anak
 
Jumat kemarin, enam orang tewas dalam serangan udara di Ariya, tiga di Maart al-Numan, satu di Idlib dan satu di Kafr Zita, Hama. Sedikitnya 45 orang terluka dalam serangan udara di beberapa lokasi tersebut.
 
Pekan kemarin, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR), melaporkan bahwa 130 anak-anak termasuk dari 544 warga sipil yang tewas dalam ratusan serangan udara Suriah dan Rusia. SNHR adalah salah satu kelompok yang memonitor jumlah korban perang sipil di Suriah.
 
Masih dari laporan SNHR, 2.117 orang dilaporkan terluka sejak operasi militer Rusia di Suriah barat laut dimulai. Jet tempur Rusia bergabung dengan pasukan Suriah pada 26 April lalu dalam operasi memberantas pemberontak di Idlib dan juga Hama.
 
Operasi di dua provinsi itu menandai meningkatnya ketegangan terbesar dalam perang antara Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan sejumlah kelompok pemberontak sejak musim panas tahun lalu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif