Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Ramdani.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Ramdani.

Kalla Sebut Misi Perdamaian PBB Perlu Dimodernisasi

Internasional pbb
Nur Azizah • 25 Juni 2019 17:21
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut misi perdamaian PBB perlu dimodernisasi. Salah satu upaya adalah memodernisasi angkatan bersenjata yang diterjunkan dalam misi perdamaian.
 
"Modernisasi tersebut tidak hanya terbatas pada teknologi serta doktrin modern, namun juga berbagai kapabilitas dan soft skills yang dibutuhkan peacekeeper dalam memahami mandat dan lingkungan kerjanya," kata Kalla di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Hal itu disampaikan Wapres dalam konferensi TNI internasional bertajuk 'Mempersiapkan Angkatan Bersenjata Modern untuk Misi Pemeliharaan Perdamaian di Abad ke-21'. Konferensi itu diselenggarakan selama tiga hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kalla menilai angkatan bersenjata dalam misi perdamaian PBB perlu meningkatkan kualitas komunikasi dengan masyarakat setempat. Para penjaga perdamaian itu juga diminta memperdalam hukum kemanusiaan internasional.
 
Baca: Video Kerusuhan 22 Mei Dibedah di Jerman
 
"Dengan kata lain, misi perdamaian PBB membutuhkan upaya setiap negara kontributornya dalam membangun angkatan bersenjata yang tepat guna. Tidak terkecuali Indonesia," ungkap dia.
 
Pria asal Makassar itu mengatakan perang telah masuk ke generasi kelima. Perang dewasa ini tak hanya perihal menjaga gencatan senjata dua kubu berseteru, tapijuga memfasilitas proses politik di sebuah negara konflik.
 
Para penjaga perdamaian juga harus memahami penegakan hukum dan mempromosikan hak asasi manusia. Di sisi lain, penjaga perdamaian juga harus waspada terhadap ancaman kelompok radikal yang mencoba merisak perdamaian yang telah tercipta.
 
Acara ini mempertemukan perwakilan TNI dari Negara dan Organisasi anggota Forum Regional ASEAN dan negara-negara lain. Mereka yang hadir berasal dari Australia, Bangladesh, Kanada, Tiongkok, dan Republik Demokratik Rakyat Korea. Hadir pula perwakilan dari India, Malaysia, Republik Korea, Timor-Leste, Uni Eropa, dan beberapa negara lainnya.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif