Putri Raja Salman yang juga adik perempuan Pangeran Muhammad bin Salman hadapi dakwaan pemukulan. (Foto: CBS News).
Putri Raja Salman yang juga adik perempuan Pangeran Muhammad bin Salman hadapi dakwaan pemukulan. (Foto: CBS News).

Putri Raja Salman Perintahkan Pekerja Cium Kakinya

Internasional arab saudi
Fajar Nugraha • 11 Juli 2019 07:49
Paris: Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan Putri Raja Salman, Hassa binti Salman, terhadap seorang pekerja reparasi rumahnya masih berlangsung. Keterangan menyebutkan bahwa adik Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman itu memerintahkan pekerja itu untuk mencium kakinya.
 
Baca juga: Pukul Pekerja, Putri Raja Salman Hadapi Persidangan.
 
Sang putri sendiri diadili secara in absentia di Pengadilan Prancis pada Selasa. Tuduhannya diduga terkait pemukulan terhadap seorang pekerja yang sedang melakukan perbaikan di apartemennya yang sangat mewah di Paris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan korban di pengadilan, Putri Hassa memerintahkan pengawalnya Rani Saidi, yang juga didakwa, untuk memukuli pekerja Ashraf Eid setelah dia terlihat mengambil foto di dalam rumahnya pada September 2016.
 
Eid yang bekerja di blok apartemen mewah, telah dipanggil untuk memperbaiki saluran air. Dia mengatakan kepada penyelidik bahwa ia membutuhkan gambar yang diambil dengan teleponnya untuk melakukan pekerjaan.
 
Sang putri, yang membantah tuduhan itu bersikeras bahwa Eid bermaksud menjual foto apartemennya di Avenue Foch, yang lama menjadi tujuan favorit para jutawan asing di Paris.
 
Eid, yang juga tidak hadir di pengadilan, mengatakan dia diikat dan diperintahkan untuk mencium kaki sang putri. Hal ini tentu merusak citra perempuan berusia 40 tahun itu, karena dirinya aktif mengelola badan amal Pemerintah Saudi dan melakukan kampanye hak-hak perempuan.
 
Dia mengklaim bahwa dia kemudian dipukuli dan peralatannya disita selama cobaan yang berlangsung beberapa jam.
 
Dalam pengakuan yang diberikan kepada majalah berita Le Point di Prancis, pekerja melaporkan bahwa sang putri berteriak, "Bunuh dia. Dia tidak pantas hidup."
 
Tidak tahu niat
 
Keterangan juga diberikan oleh pengawal Hassa, Rani Saidi, yang menemani sang putri dalam perjalanannya di Eropa dan Amerika Serikat. Dia adalah satu-satunya dari tiga protagonis utama hadir untuk sidang pertama, dikelilingi oleh keluarganya.
 
"Ketika saya mendengar sang putri berteriak minta tolong, saya datang dan melihat mereka mencengkeram telepon," katanya kepada pengadilan, merujuk pada sang putri dan pekerja itu, seperti dikutip AFP, Kamis, 11 Juli 2019.
 
"Saya meraihnya dan mengalahkannya: saya tidak tahu niatnya," katanya.
 
"Dalam 12 tahun bekerja, kami punya cerita seperti itu. Orang Arab menginginkan foto dan sang putri adalah seseorang yang sangat penting bagi mereka,” tegasnya.
 
Atas kasus ini Putri Hassa telah dituduh terlibat dalam kekerasan bersenjata, keterlibatan dalam menahan seseorang di luar kehendak mereka, dan pencurian. Sementara Saidi telah dituduh melakukan kekerasan bersenjata, pencurian, mengeluarkan ancaman pembunuhan dan menahan seseorang di luar kehendak mereka.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif