Putri Raja Salman yang juga adik perempuan Pangeran Muhammad bin Salman hadapi dakwaan pemukulan. (Foto: CBS News).
Putri Raja Salman yang juga adik perempuan Pangeran Muhammad bin Salman hadapi dakwaan pemukulan. (Foto: CBS News).

Pukul Pekerja, Putri Raja Salman Hadapi Persidangan

Internasional raja salman
Fajar Nugraha • 09 Juli 2019 19:25
Paris: Putri dari penguasa Arab Saudi Raja Salman, yakni Putri Hassa binti Salman menghadapi vonis persidangan Prancis terkait dugaan pemukulan terhadap pekerja di Paris.
 
Putri Hassa ditengarai memukul pekerja tersebut saat tengah memperbaiki apartemen mewahnya di Paris. Saudari dari Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman ini dituduh memerintahkan pengawalnya untuk memukuli pekerja itu setelah ia terlihat mengambil foto di dalam rumahnya pada September 2016.
 
Sang putri, yang membantah tuduhan itu, dia justru mencurigai lelaki yang berencana menjual foto apartemennya di Avenue Foch, yang lama menjadi tujuan favorit para jutawan asing di Paris barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekerja itu mengatakan dia diikat dan diperintahkan untuk mencium kaki sang putri, yang diperkirakan berusia 40-an itu. Selama ini Putri Hassa dianggap sebagai aktif dalam badan amal dan kampanye yang mendukung hak perempuan.
 
Dalam persidangan, pekerja itu mengklaim bahwa dia kemudian dipukuli dan peralatannya disita selama tindakan yang berlangsung beberapa jam.
 
Dalam akun yang diberikan kepada majalah berita Le Point di Prancis, pekerja melaporkan bahwa sang putri berteriak, "Bunuh dia. Dia tidak pantas hidup."
 
Seorang pengacara yang bertindak untuk pengawal Putri Hassa, Yassine Bouzrou, mengatakan kepada AFP: "Kami berharap bahwa para hakim akan memperhitungkan banyak kontradiksi dan inkoherensi penggugat. Catatan medis tersebut bertentangan dengan versi peristiwa penggugat dan menunjukkan bahwa ia berbohong."
 
Tuntutan serius
 
Sementara si pengawal telah mengajukan kasus terpisah untuk pencemaran nama baik terhadap pekerja.
 
Sang putri, yang tunduk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan di Prancis pada Maret 2018, tidak diharapkan hadir pada Selasa.
 
Dia telah dituduh terlibat dalam kekerasan bersenjata, keterlibatan dalam menahan seseorang di luar kehendak mereka, dan pencurian.
 
Pengawal Putri Hassa telah didakwa dengan kekerasan bersenjata, pencurian, mengeluarkan ancaman pembunuhan dan menahan seseorang di luar kehendak mereka.
 
Kekerasan seperti akrab di tubuh keluarga Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Mohammed memicu harapan reformasi sosial dan ekonomi besar ketika ia diangkat menjadi putra mahkota pada 2017. Tapi reputasinya telah rusak parah oleh pembunuhan penulis pembangkang Jamal Khashoggi.
 
Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar pengadilan, melaporkan ‘bukti yang kredibel’ bulan lalu yang menghubungkannya dengan pembunuhan Khashoggi, yang dicekik dan dipenggal di dalam konsulat Saudi di Istanbul.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif