Bendera Iran. dok freepik
Bendera Iran. dok freepik

10 Poin Proposal Iran Sulit Diterima AS, Ini Rinciannya

Adri Prima • 08 April 2026 16:06
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Iran memaparkan proposal sebagai dasar negosiasi untuk menghentikan perang dengan Amerika Serikat.
  • Meski dinilai sulit diterima, Washington disebut membuka peluang menggunakan proposal tersebut untuk meredakan konflik.
  • Poin utama meliputi pengakuan Selat Hormuz, hak pengayaan uranium, pencabutan sanksi, hingga kompensasi perang dan penarikan pasukan AS.
Jakarta: Pemerintah Iran memaparkan proposal berisi 10 poin yang diajukan sebagai landasan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat. Proposal tersebut diklaim sebagai dasar untuk melanjutkan proses perundingan.
 
Meski isi 10 poin proposal tersebut nyaris mustahil diterima AS, namun dalam dokumen resmi yang dirilis otoritas Iran, disebutkan bahwa Washington bersedia menjadikan proposal tersebut sebagai kerangka negosiasi guna meredakan konflik yang masih berlangsung.
 
Proposal tersebut memuat poin-poin penting termasuk pengakuan atas kendali Iran terhadap Selat Hormuz, penerimaan hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, hingga pembayaran kompensasi atas kerugian yang dialami Iran akibat perang. 
Berikut ini 10 poin proposal Iran untuk mengakhiri Perang dengan AS: 

1. Amerika Serikat harus berkomitmen secara prinsip untuk menjamin non-agresi terhadap Iran.
2. Pengakuan atas kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz.
3. Penerimaan hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.
4. Pencabutan seluruh sanksi primer terhadap Iran.
5. Pencabutan seluruh sanksi sekunder terhadap Iran.
6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran.
7. Pengakhiran seluruh resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap Iran.
8. Pembayaran kompensasi atas kerugian yang dialami Iran akibat perang.
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
10. Penghentian perang di seluruh front, termasuk terhadap kelompok yang disebut sebagai perlawanan Islam di Libanon.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan