Foto udara memperlihatkan banjir yang dipicu Siklon Tropis Idai di tiga negara di Afrika bagian selatan. (Foto: Adrien Barbier/AFP/Getty Images)
Foto udara memperlihatkan banjir yang dipicu Siklon Tropis Idai di tiga negara di Afrika bagian selatan. (Foto: Adrien Barbier/AFP/Getty Images)

PBB Khawatir Banyak Jasad Terendam Banjir di Mozambik

Internasional siklon tropis
Willy Haryono • 24 Maret 2019 11:19
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan angka final jumlah korban tewas Siklon Tropis Idai di tiga negara di Afrika bagian selatan baru dapat diketahui saat genangan banjir sudah benar-benar surut.
 
Saat ini, jumlah gabungan korban tewas di Mozambik, Zimbabwe dan Malawi mencapai 732. Jumlah korban tewas terbanyak ada di Mozambik, yakni 417 orang. Sementara Zimbabwe, jumlahnya 259 dan di Malawi 56.
 
"Kita harus menunggu sampai genangan banjir benar-benar surut untuk mengetahui jumlah terakhir korban tewas di Mozambik," ucap koordinator Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UN OCHA, Sebastian Rhodes Stampa, seperti dilansir dari laman BBC, Sabtu 23 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan korban selamat masih terperangkap genangan banjir ata tanah longsor. Banyak juga korban di pusat penampungan yang baru menerima bantuan makanan, meski Siklon Tropis Idai telah menerjang sejak lebih dari sepekan lalu.
 
Sekitar 1,7 juta orang terkena dampak Siklon Idai, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
 
Organisasi Program Makanan Dunia (WFP) telah mendeklarasikan krisis banjir level tiga di Mozambik pada Jumat malam. Level krisis setara dengan yang terjadi di Yaman, Suriah dan Sudan Selatan.
 
"Penetapan level krisis akan mempercepat operasi penyelamatan dan pemberian bantuan kepada korban siklon dan banjir bandang," kata juru bicara WFP, Herve Verhoosel, seperti dilansir dari laman The National.
 
"Sekarang, dunia mulai mengetahui skala besar dari bencana yang ditimbulkan Siklon Idai. Kami, sebagai bagian dari komunitas internasional, berada dalam momen krusial untuk bertindak," lanjut dia.
 
WFP dan organisasi lainnya berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan korban Idai, yang banyak di antaranya belum makan dan minum layak selama berhari-hari. Buruknya sanitasi juga semakin meningkatkan risiko munculnya wabah seperti kolera dan malaria.
 
"Kami dilanda bencana alam yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah bencana berskala besar," ucap Menteri Pertanahan dan Lingkungan Hidup Mozambik Celso Correia.
 
"Sayangnya, tidak ada satu pun orang di dunia yang mampu memprediksi bencana sebesar ini," lanjut dia.
 
Baca:Berpacu Melawan Waktu untuk Selamatkan Korban Siklon Idai
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif