Erdogan Minta 18 Pembunuh Khashoggi Diadili di Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Hurriyet)
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta agar para pembunuh Jamal Khashoggi diadili di Turki. Pasalnya, tewasnya Khashoggi diyakini terjadi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

"Saya sudah menelepon Arab Saudi. Kejadian ini terjadi di Istanbul. Kami mengusulkan bahwa 18 tersangka ini harus diadili di Istanbul," kata Erdogan, dikutip dari Hurriyet, Rabu 24 Oktober 2018.

Sebelum itu, Erdogan membeberkan detil bagaimana pembunuhan Khashoggi dilakukan. Salah satunya adalah mematikan kamera pengawas yang ada di gedung konsulat.


Baca: Erdogan: Kamera di Konsulat Saudi Sengaja Dimatikan

"Mereka (para tersangka pembunuhan) menyingkirkan hard disk dari sistem kamera," lanjutnya.

Para tersangka yang dimaksud Erdogan adalah belasan warga Arab Saudi yang diduga sengaja datang ke Turki untuk membunuh Khashoggi.

Arab Saudi telah mengakui Khashoggi memang tewas di konsulat, tetapi akibat perkelahian dengan sejumlah orang di gedung tersebut. Riyadh mengaku telah memecat lima pejabat dan menangkap 18 orang terkait kasus ini.

Baca: Menlu Saudi Janji Tuntaskan Penyelidikan Kasus Khashoggi

Erdogan juga menyebut pembunuhan Khashoggi telah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Ia mengaku masih menginginkan jawaban atas berbagai pertanyaan, mengenai "siapa yang memberikan perintah" dan ada dimana jasad Khashoggi saat ini.

Dalam pidato terbarunya, Erdogan tidak menyebutkan nama Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Ia menegaskan memercayai kerja sama penuh dari Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud dalam penyelidikan kasus Khashoggi.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id