Kota kuno Babilonia di Irak. (Foto: Hussein Faleh/AFP/Getty Images)
Kota kuno Babilonia di Irak. (Foto: Hussein Faleh/AFP/Getty Images)

Kota Kuno Babilonia Jadi Situs Warisan Budaya Dunia

Internasional warisan budaya unesco
Willy Haryono • 06 Juli 2019 10:02
Baghdad: Kota kuno Babilonia telah resmi dinyatakan sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia versi UNESCO. Irak telah mengajukan permohonan kepada UNESCO agar Babilonia dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia sejak 1983.
 
Babilonia dikenal dengan Hanging Gardens atau Taman Menggantung, yang merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. Kota kuno tersebut dilanda masalah dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pembangunan istana untuk Saddam Hussein hingga digunakan sebagai pangkalan militer oleh pasukan Amerika Serikat.
 
Komite Warisan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berkumpul di Azerbaijan dalam memutuskan apakah kota kuno Babilonia layak dimasukkan dalam daftar atau tidak. Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO diberikan kepada area atau monumen yang dianggap penting bagi kemanusiaan dan dilindungi perjanjian internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Delegasi Irak menyambut baik keputusan komite, yang memandangnya sebagai pengakuan terhadap pentingnya Babilonia dan peradaban Mesopotamia secara keseluruhan.
 
"Sebagai tempat sejumlah kekaisaran, di bawah pemimpin seperti Hammurabi dan Nebuchadnezzar, Babilonia merepresentasikan ekspresi dari kreativitas Kekaisaran Neo-Babilonia," ujar UNESCO, dikutip dari laman BBC, Sabtu 6 Juli 2019.
 
"Keterkaitan kota (Babilonia) dengan Tujuh Keajaiban Dunia -- Hanging Gardens -- juga menginspirasi kesenian dan kebudayaan dalam skala global," lanjutnya.
 
Usai mengumumkan keputusannya, UNESCO mengingatkan bahwa kota kuno Babilonia "berada dalam kondisi yang sangat rentan" dan membutuhkan upaya perawatan secepat mungkin.
 
Lisa Ackerman, CEO interim organisasi Dana Monumen Dunia, mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan pemerintah Irak selama 12 tahun untuk mendorong Babilonia agar diakui UNESCO.
 
Dia mengatakan upaya menjadikan lokasi atau monumen sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO memang membutuhkan waktu lalu, bahkan hingga berdekade-dekade.
 
Baca:Menlu RI Terima Sertifikat UNESCO untuk Pinisi
 
Di awal tahun 1980-an, mantan pemimpin Irak Saddam Hussein membongkar sebagian besar Babilonia untuk membangun sebuah replika di atas reruntuhan aslinya. Setelah Perang Teluk, dia juga membangun sebuah istana modern di Babilonia.
 
Pada 2005, Museum Inggris mengingatkan bahwa pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat telah menyebabkan kerusakan parah terhadap kota kuno Babilonia.
 
John Curtis, yang merupakan pemimpin Departemen Timur Tengah dari Museum Inggris, mengeluarkan laporan bahwa Babilonia telah dirusak aktivitas militer AS, termasuk bebatuan berusia 2.600 yang hancur dilindas tank baja.
 
"Penggunaan Babilonia sebagai pangkalan militer adalah pelanggaran berat terhadap situs arkeologi ternama di dunia ini," ujar UNESCO pada 2009.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif