Sejak hari pertama itu, umat Muslim di berbagai belahan dunia mulai menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Selama 29 atau 30 hari ke depan, umat Islam menahan diri dari makan dan minum sejak waktu sahur hingga iftar (berbuka puasa). Rata-rata durasi puasa berkisar antara 12 hingga 15 jam, tergantung lokasi geografis masing-masing negara.
Ramadan diyakini sebagai bulan turunnya ayat-ayat pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad lebih dari 1.400 tahun lalu.
Selain menahan lapar dan haus, umat Muslim juga menjauhi merokok serta hubungan suami-istri pada siang hari sebagai bentuk upaya meningkatkan ketakwaan.
| Baca juga: Doa Berbuka Puasa Ramadan Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Jadwal Magrib Hari Ini |
Mengapa tanggal Ramadan selalu berubah?
Melansir Al Jazeera, Selasa, 24 Februari 2026, Ramadan tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun dalam kalender Masehi.Hal ini karena penanggalan Islam menggunakan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (lunar), dengan jumlah hari 29 atau 30 per bulan.
Akibatnya, Ramadan bergeser lebih awal sekitar 10 hingga 12 hari setiap tahunnya. Tahun lunar juga lebih pendek 11 hari dibandingkan tahun matahari.
Menariknya, pada 2030 Ramadan akan terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni dimulai pada 5 Januari dan kembali pada 26 Desember.
Durasi puasa berbeda di setiap belahan dunia
Lama waktu puasa sangat dipengaruhi oleh posisi matahari dan musim di masing-masing wilayah.Karena Ramadan 2026 berlangsung saat musim dingin di Belahan Bumi Utara, mayoritas Muslim yang tinggal di wilayah tersebut akan menjalani puasa relatif lebih singkat, sekitar 12 hingga 13 jam pada hari pertama. Durasi ini akan sedikit bertambah seiring berjalannya bulan.
Sekitar 90 persen populasi dunia yang tinggal di Belahan Bumi Utara juga akan mengalami tren durasi puasa yang terus memendek hingga 2031, ketika Ramadan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin hari terpendek dalam setahun.
Sebaliknya, umat Muslim yang berada di Belahan Bumi Selatan akan menjalani puasa lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
| Baca juga: Doa Niat Sahur Puasa Ramadan Lengkap Bahasa Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya |
Wilayah dengan puasa terlama pada Ramadan 2026
Pada awal Ramadan 2026, kota Christchurch di Selandia Baru mencatat durasi puasa terlama, yakni 15 jam 22 menit.Sementara itu, menjelang akhir Ramadan, wilayah Nuuk di Greenland menjadi daerah dengan waktu puasa terpanjang, mencapai 15 jam 3 menit.
Negara-negara di belahan selatan seperti Chile dan Afrika Selatan juga menjalani puasa lebih panjang, rata-rata 14 hingga 15 jam pada awal Ramadan.
Namun durasi tersebut akan berkurang seiring perubahan posisi matahari selama bulan berjalan.
Sahur dan iftar menyesuaikan zona waktu
Waktu sahur dan iftar sangat bergantung pada terbit dan terbenamnya matahari di masing-masing negara. Artinya, tidak ada jam puasa yang seragam secara global.Perbedaan ini menjadi gambaran betapa luasnya penyebaran umat Muslim di seluruh dunia, sekaligus menunjukkan bahwa ibadah Ramadan memiliki dinamika unik tergantung kondisi geografis.
Meski durasi puasa berbeda-beda, esensi Ramadan tetap sama yakni memperkuat spiritualitas, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperdalam hubungan dengan Tuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News