Thiomargarita magnifica sempat dikira bukan bakteri karena ukurannya yang begitu besar. (Science)
Thiomargarita magnifica sempat dikira bukan bakteri karena ukurannya yang begitu besar. (Science)

Ilmuwan Temukan Bakteri Terbesar di Dunia saat Jelajahi Hutan Karibia

Medcom • 25 Juni 2022 08:43
Washington: Ilmuwan menemukan bakteri terbesar di dunia saat menjelajahi hutan bakau Karibia. Kebanyakan bakteri berukuran mikroskopis, tapi yang satu ini sangat besar hingga bisa dilihat dengan mata telanjang.
 
Kira-kira seukuran bulu mata manusia, filamen putih tipis tersebut "merupakan bakteri terbesar yang dikenal hingga saat ini," kata Jean-Marie Volland, seorang ahli biologi kelautan di Lawrence Berkeley National Laboratory dan salah satu penulis makalah penemuan itu dalam jurnal Science.
 
Olivier Gros, salah satu penulis dan ahli biologi di University of the French West Indies and Guiana, menemukan wujud pertama bakteri ini yang dinamakan Thiomargarita magnifica, atau "mutiara belerang yang luar biasa.: Bakteri itu menempel pada daun bakau yang tenggelam di kepulauan Guadeloupe di tahun 2009.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ia tidak segera mengetahui bahwa itu adalah bakteri lantaran ukurannya besar. Bakteri ini memiliki ukuran rata-rata 0,9 sentimeter (cm). Analisis genetik kemudian mengungkapkan organisme itu adalah sel bakteri tunggal.
 
"Ini adalah penemuan luar biasa,” ucap Petra Levin, ahli mikrobiologi di Universitas Washington, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
 
"Ini membuka pertanyaan tentang berapa banyak bakteri raksasa di luar sana, dan mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh meremehkan bakteri," sambungnya, dikutip dari The Age, Jumat, 24 Juni 2022.
 
Gros juga menemukan bakteri yang sama menempel pada cangkang tiram, batu dan botol kaca di rawa itu.
 
Para ilmuwan belum dapat mengembangkannya di laboratorium, tapi mereka mengatakan sel tersebut memiliki struktur yang tidak biasa bagi kelompok bakteri. Satu perbedaan utama adalah organisme ini memiliki kompartemen pusat yang besar, atau vakuola, yang memungkinkan beberapa fungsi sel timbul di lingkungan yang terbatas, bukan di seluruh sel.
 
"Kepemilikan vakuola pusat yang besar ini pasti membantu sel untuk mengatasi keterbatasan fisik," kata Manuel Campos, ahli biologi di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
 
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan bakteri tersebut bisa berukuran sebesar itu. Volland menyampaikan hipotesis bahwa itu mungkin merupakan hasil adaptasi untuk membantunya terhindar dari dimakan organisme yang lebih kecil. (Kaylina Ivani)
 
Baca:  Ular Piton Seberat 98 Kilogram Berhasil Ditemukan di Florida, Amerika Serikat
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif