Dilansir dari laman BBC pada Jumat 11 September 2026, Expat Insider Survey 2026 dari InterNations menempatkan 31 destinasi berdasarkan kualitas hidup, kemudahan beradaptasi, bekerja di luar negeri, keuangan pribadi, hingga kebutuhan praktis seperti hunian dan layanan digital.
Menariknya, lima negara teratas punya alasan masing-masing yang membuat para perantau merasa nyaman. Ada yang unggul karena kehidupan lebih santai dan biaya terjangkau, ada yang menawarkan peluang karir, dan ada juga karena keramahan masyarakat dan kemudahan membangun pertemanan.
1. Panama
Panama kembali menjadi negara terbaik untuk perantau dalam survei 2026 dan mempertahankan posisi nomor satu untuk tahun ketiga berturut-turut. Negara ini juga menduduki peringkat pertama dalam kategori Working Abroad dan Personal Finance, karena 87 persen perantau mengaku bahagia dengan kehidupan mereka di sana dan 90 persen mengatakan mencari hunian tergolong mudah.Warga Argentina yang pindah ke pesisir Karibia Panama delapan tahun lalu, Ariel Barrionuevo, mengatakan ritme hidup di sana membuatnya merasa lebih tenang.
“Saya menyadari bahwa itu bukan karena saya sedang berlibur, tetapi karena tempat ini memiliki ritmenya sendiri,” ujar Barrionuevo.
Barrionuevo juga menjelaskan bahwa ia merasa biaya hidup di Panama lebih terjangkau dibanding Argentina, ditambah perekonomian yang stabil sehingga perencanaan bisnis lebih mudah diprediksi.
2. Meksiko
Meksiko berada di posisi kedua dan menjadi negara nomor satu dalam kategori Ease of Settling In. Sebanyak 73 persen perantau mengatakan mudah berteman dengan masyarakat lokal, jauh di atas rata-rata global yang hanya 39 persen, sementara biaya hidup yang relatif rendah juga menjadi alasan banyak pendatang memilih bertahan.Warga Chicago yang pindah ke Puerto Vallarta, Kirsten Raccuia, bahkan mengatakan pengalaman sosialnya jauh lebih menyenangkan.
“Saya mendapatkan teman yang lebih baik di luar negeri daripada yang pernah saya miliki di Chicago,” katanya.
Vallarta pindah ke Puerto Vallarta bersama suaminya pada tahun 2022, dan menurutnya salah satu daya tarik lainnya adalah biaya makanan dan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dibandingkan Amerika Serikat.
3. Thailand
Thailand menempati posisi ketiga sekaligus menjadi negara dengan perantau paling bahagia dalam survei ini. Sebanyak 86 persen responden mengaku puas dengan kehidupan mereka di Thailand, sedangkan 85 persen memberikan penilaian positif terhadap biaya hidup, lebih dari dua kali rata-rata global.Warga Inggris yang pindah ke Thailand pada tahun 2024, Bethan Jeentipraphet, awalnya berencana tinggal hanya selama satu tahun karena suaminya berasal dari Thailand. Namun, pengalaman hidup dan biaya makanan yang sangat terjangkau membuatnya berubah pikiran.
Jeentipraphet juga memuji sistem pendidikan di Thailand yang mengutamakan rasa hormat dan memahami pendidikan dan adat istiadat.
“Bagi para ekspatriat yang bersedia merangkul budaya Thailand dan menghayati norma-norma budayanya, Thailand bisa menjadi tempat tinggal yang sangat bermanfaat,” jelasnya.
4. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab berada di posisi keempat dengan nilai tinggi dalam kategori Career Prospects dan Expat Essentials, yang mencakup kebutuhan seperti visa dan bahasa. Bagi sejumlah perantau, kemudahan membangun karier sekaligus kehidupan yang relatif nyaman membuat UEA, khususnya Dubai, menjadi pilihan menarik untuk menetap.Konsultan citra yang membagi waktunya antara Dubai dan Amerika Serikat, Michelle Sterling, mengatakan kehidupan sehari-hari di kota tersebut terasa nyaman.
“Bagi saya, Dubai menawarkan gaya hidup yang terasa lebih aman, nyaman, dan terjangkau,” katanya.
Perantau dari London, Nikita Oruganty, juga menilai keberadaan komunitas internasional dan kemudahan layanan menjadi nilai tambah.
“Negara lain mempersulit dengan aturan imigrasi, tapi UEA selalu menyambut ekspatriat,” ujarnya.
Selain itu, banyak perantau lain yang memuji keamanan, komunikasi, serta layanan kesehatan yang cepat dan efisien di UEA.
5. Brasil
Brasil berhasil masuk lima besar untuk pertama kalinya pada 2026 setelah mencatat skor tinggi dalam kategori kebahagiaan, kemudahan beradaptasi, keramahan masyarakat lokal, dan budaya. Bagi para perantau yang tinggal di negara tersebut, tempat wisata atau biaya hidup tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga cara masyarakat lokal menerima pendatang.Pria yang pernah tinggal di Sao Paulo selama 12 tahun, Chris Kohl, menggambarkan pengalaman tersebut sebagai rasa diterima yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Alih-alih membuat saya merasa seperti orang luar, warga Brasil membuat saya merasa bahwa saya termasuk bagian dari mereka,” katanya.
Kohl juga mengatakan bahwa Brasil menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari bahasa Portugis, karena bahasa Inggris jarang digunakan dalam komunikasi. (Wisa Irena Br Sitepu)