Hal itu terlihat dalam Mercer CFA Institute Global Pension Index 2025, yang menilai sistem pendapatan pensiun di 52 negara. Penilaian tersebut melihat tiga aspek utama, yakni kecukupan manfaat (adequacy), keberlanjutan sistem (sustainability), dan integritas tata kelola (integrity).
Adequacy mengukur seberapa cukup manfaat yang diterima pensiunan. Sementara sustainability melihat kemampuan sistem untuk terus membayar manfaat dalam jangka panjang. Adapun integrity berkaitan dengan regulasi, tata kelola, serta perlindungan terhadap peserta.
Dari penilaian tersebut, melansir laman BCA Prioritas, Sabtu, 8 Juli 2026, sejumlah negara memiliki sistem pensiun yang dinilai sangat kuat. Berikut empat di antaranya.
1. Belanda
Belanda menjadi salah satu negara dengan sistem pensiun terbaik. Keunggulannya bukan hanya terletak pada besarnya manfaat yang diterima masyarakat, tetapi juga kemampuan sistem menjaga keberlanjutan dan kepercayaan dalam jangka panjang.Setiap warga negara Belanda yang bekerja memiliki skema pensiun negara atau Algemene Ouderdomswet (AOW). Dengan adanya skema ini, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada tabungan pribadi maupun dana pensiun dari perusahaan.
Sistem tersebut kemudian dikombinasikan dengan uang pensiun dari pekerjaan. Secara rata-rata, kombinasi keduanya dapat menggantikan sebagian pendapatan yang diterima seseorang sebelum memasuki masa pensiun.
| Baca juga: Segini Gaji Pensiun PNS Tertinggi 2026 |
2. Islandia
Islandia memiliki sistem pensiun yang menggabungkan perlindungan dari negara, program pensiun pekerjaan, dan tabungan pribadi.Sistemnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu pensiun jaminan sosial negara, mandatory occupational private pension, dan tabungan pensiun pribadi sukarela.
Salah satu kekuatan utama Islandia adalah adanya sistem pensiun pekerjaan yang bersifat wajib. Pekerja dan pekerja mandiri berusia 16-70 tahun diwajibkan menyisihkan sedikitnya 15,5 persen dari penghasilan ke dana pensiun.
Kontribusi tersebut umumnya berasal dari pekerja sebesar 4 persen dan pemberi kerja sebesar 11,5 persen.
Sistem ini juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat dalam dunia kerja hingga usia lanjut. Laporan OECD mencatat rata-rata usia pensiun di Islandia relatif tinggi, dengan masyarakat tetap bekerja hingga sekitar usia 67 tahun.
Tingkat pekerjaan masyarakat berusia 60-64 tahun juga termasuk yang tertinggi di OECD, yakni lebih dari 70 persen. Kondisi ini membantu menjaga jumlah penduduk yang masih bekerja sekaligus berkontribusi terhadap sistem pensiun.
3. Denmark
Denmark juga masuk dalam jajaran negara dengan sistem pensiun terbaik. Sistem yang dibangun tidak hanya mengejar manfaat pensiun yang besar, tetapi juga dirancang agar tetap berkelanjutan ketika masyarakat hidup lebih lama.Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan usia pensiun dengan perkembangan harapan hidup. Usia pensiun negara di Denmark secara bertahap meningkat dan telah ditetapkan mencapai 70 tahun pada 2040.
Dengan usia harapan hidup yang semakin panjang, periode bekerja dan membayar kontribusi juga ikut diperpanjang. Sistem pensiun Denmark turut dilengkapi ATP LivSlang Pension, yakni skema kolektif yang memberikan manfaat pensiun sepanjang hidup.
Hampir seluruh pekerja Denmark berkontribusi ke ATP selama masa kerja. Kebutuhan finansial setelah pensiun kemudian ditopang oleh beberapa sumber, mulai dari pensiun negara, pensiun pekerjaan, hingga tabungan pribadi.
4. Singapura
Menariknya, negara Asia juga masuk dalam jajaran sistem pensiun terbaik dunia. Singapura menjadi negara Asia pertama yang memperoleh Grade A dalam Mercer CFA Institute Global Pension Index 2025.Salah satu fondasi sistem pensiun Singapura adalah Central Provident Fund (CPF). Sistem ini mewajibkan pekerja dan pemberi kerja menyisihkan sebagian pendapatan selama masa produktif.
Bagi pekerja berusia 55 tahun ke bawah, kontribusi CPF sejak Januari 2026 mencapai 37 persen dari upah bulanan. Rinciannya, 20 persen berasal dari pekerja dan 17 persen dari pemberi kerja.
Menariknya, CPF tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pensiun. Sistem tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan kesehatan dan perumahan.
Ketika memasuki masa pensiun, peserta dapat menggunakan CPF LIFE yang memberikan pembayaran bulanan sepanjang hidup. Skema ini membantu mengurangi risiko seseorang kehabisan tabungan ketika hidup lebih lama dari perkiraan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda