Najib Razak Kembali Dipanggil KPK Malaysia
Mantan PM Malaysia Najib Razak berbicara kepada awak media usai diperiksa di MACC, Putrajaya, 24 Mei 2018. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali dipanggil oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia atau MACC. Kali ini, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Malaysia Irwan Siregar juga turut dipanggil.

Seperti dikutip dari media New Straits Times, Rabu 24 Oktober 2018, MACC dikabarkan akan meminta keterangan dari keduanya terkait pembayaran yang berasal dari dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB) ke sebuah lembaga investasi Abu Dhabi yang bergerak di bidang energi yaitu International Petroleum Investment Company.

Diperkirakan Najib akan kembali menghadapi tuduhan baru terkait skandal korupsi dana 1MDB ini. Sumber MACC menyebut, Najib bisa mendapat enam tuduhan terkait aliran dana 1MDB ke IPIC Abu Dhabi.


Sumber anonim ini juga mengatakan, ada kemungkinan Najib dan Irwan akan ditangkap dan ditahan keesokan harinya, Kamis 25 Oktober 2018.

Baca: Pemerintah Najib Gunakan Dana Negara untuk Bayar Utang 1MDB

Hingga saat ini, Najib masih mengaku tak bersalah atas tuduhan yang dilayangkan MACC. Total 30 tuduhan terkait pencucian uang  dilayangkan pada mantan Presiden Partai UMNO ini sejak pertama kali dirinya dipanggil ke Putrajaya.

Salah satu tuduhan adalah adanya aliran dana sebesar USD681 juta atau setara dengan Rp10,1 triliun ke rekening pribadinya. Uang tersebut diyakini berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Wall Street Journal pada 2015 lalu yang melaporkan aliran uang tersebut ke rekening Najib. Namun, Najib membantah melakukan kesalahan dan mengatakan uang tersebut sumbangan dari keluarga Kerajaan Arab Saudi untuk dirinya.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id