Awak media menanti di kantor PPRP di Bangkok, Thailand, Minggu 24 Maret 2019 malam. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Awak media menanti di kantor PPRP di Bangkok, Thailand, Minggu 24 Maret 2019 malam. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

Partai Pro Militer Unggul Sementara di Pemilu Thailand

Internasional thailand
Arpan Rahman • 25 Maret 2019 14:53
Bangkok: Partai pro militer unggul sementara dalam pemilihan umum di Thailand. Dengan 93 persen total suara yang sudah dihitung, Partai Phalang Pracharat (PPRP) mencapai angka 7,64 juta.
 
"Kami senang dengan hasil sementara ini," ucap Ketua PPRP Uttama Savanayana, seperti dinukil dari laman Sky News, Senin 25 Maret 2019. Raihan suara PPRP kurang sedikit dari yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas di parlemen.
 
Berada di posisi kedua adalah partai Pheu Thai dengan 7,16 juta suara. Partai tersebut terkait dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang loyalisnya telah memenangkan semua pemilu sejak 2001.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski kubu pendukung militer unggul dalam raihan suara, jumlah kursi konstituensi parlemen yang dimenangkan tiap-tiap partai peserta pemilu belum secara resmi diumumkan.
 
Hasil akhir diprediksi menempatkan PPRP dan Pheu Thai sebagai dua partai teratas dengan selisih tipis raihan suara. Namun Pheu Thai diyakini akan mendapat lebih banyak kursi di parlemen.
 
Jika mayoritas kursi diraih Pheu Thai, maka petahana Perdana Menteri Prayuth Chan-o-Cha berpotensi melanjutkan kepemimpinannya. PM Prayuth telah memimpin Thailand sejak lima tahun lalu, usai melakukan kudeta militer pada 2014.
 
PPRP memiliki target 126 kursi di majelis rendah untuk mengamankan jabatan PM. Jumlah tersebut diyakini bisa dengan mudah dilampaui.
 
Namun tidak jelas apakah partai Prayuth dapat membentuk pemerintahan koalisi dengan mudah, terlebih dengan Pheu Thai. Pheu Thai diyakini tidak akan bergabung dengan PPRP dan akan mencari koalisi dengan sejumlah partai lain.
 
Sejumlah kritikus menilai konstitusi baru yang dikenalkan junta akan memastikan militer Thailand tetap berpengaruh kuat, terlepas dari apapun hasil pemilu nanti. Tingkat keikutsertaan warga dalam pemilu kali ini diyakini mencapai angka tertinggi sejak 2011.
 
Lebih dari tujuh tujuh warga Thailand yang berusia 18 hingga 26 memiliki hak pilih. Sejumlah pengamat menilai suara milenial berpengaruh penting terhadap hasil pemilu Thailand.
 
Menjelang pemilu, Raja Maha Vajiralongkorn mengeluarkan pernyataan yang menyerukan "perdamaian serta ketertiban" saat proses pemungutan suara berlangsung. Pernyataan tersebut, disiarkan di televisi nasional pada Sabtu malam, juga mendorong warga Thailand untuk "memilih orang-orang baik."
 
Baca:Mantan PM Thailand Mundur dari Keketuaan Partai

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif