Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Hor Nam Bora dipanggil Kemenlu RI. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Hor Nam Bora dipanggil Kemenlu RI. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Kemenlu Panggil Dubes Kamboja Terkait Kisruh Oposisi

Internasional politik kamboja Indonesia-Kamboja
Sonya Michaella • 08 November 2019 15:36
Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI memanggil Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Hor Nam Bora terkait kejadian dua hari lalu di mana Hor menyeruak masuk ke konferensi pers tertutup oposisi Kamboja dari Partai CNRP, Mo Sochua.
 
Namun, Hor enggan membeberkan pembicaraan apa ketika ia menghadap Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI Andri Hadi.
 
“Saya sangat senang dengan pertemuan baru saja dengan Kemenlu. Saya di sini untuk menyampaikan apresiasi Kamboja untuk Indonesia untuk kerja sama yang positif dalam isu ini,” kata Hor, di Kemenlu RI, Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika ditanya oleh awak media kerja sama seperti apa dengan Indonesia, lagi-lagi Hor enggan untuk menjelaskan.
 
“Saya yakin kalian semua tahu bahwa ada beberapa isu yang tidak bisa diungkap ke media. Saya minta maaf,” ucap Hor lagi.
 
Sebelumnya, Mo Sochua sempat ditahan di imigrasi Malaysia. Ia terbang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dengan harapan dapat kembali ke Kambojapada 9 November. Di saat bersamaan, pemimpin CNRP yang lain, Sam Rainsy, yang kabur ke Prancis.
 
Mo Sochua juga sempat ditolak di Bandara Suvarnabhumi, Thailand. Usai ditolak, ia terbang ke Indonesia dan menggelar konferensi pers yang dihalangi oleh Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Hor Nam Bora. Selama ini, Mo Sochua mengasingkan diri di Amerika Serikat.
 
Pihak perwakilan Kamboja di Jakarta juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Mo Sochua dan penolakan bagi para oposisi Kamboja yang ingin singgah di sembilan negara anggota ASEAN.
 
Mo Sochua disebut Kamboja masuk ke Indonesia sebagai turis dan tidak ada hak apalagi izin kepada Indonesia untuk menggelar konferensi pers atas bantuan sebuah grup pembela hak asasi manusia di Jakarta.
 
Kamboja juga memastikan bahwa Mo Sochua merupakan buron dan kriminal yang menggunakan Indonesia sebagai tempat untuk menyebar berita negatif tentang pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif