Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengumumkan Reiwa sebagai nama era baru, Senin 1 April 2019 . (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)
Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengumumkan Reiwa sebagai nama era baru, Senin 1 April 2019 . (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Reiwa: Nama Era Baru di Jepang

Internasional politik jepang jepang kaisar jepang
Willy Haryono • 01 April 2019 12:08
Tokyo: "Reiwa." Jepang mengumumkan istilah "Reiwa" sebagai nama untuk era baru di Negeri Sakura. "Reiwa" akan menjadi nama era saat Naruhito resmi menjadi kaisar baru Jepang pada 1 Mei mendatang.
 
Nama era baru ini terdiri dari dua karakter, yakni "Rei" dan "Wa." "Rei" memiliki arti "keteraturan" atau "menguntungkan," sedangkan "Wa" biasa diterjemahkan sebagai "perdamaian" atau "harmoni."
 
Setelah Jepang melewati pekan-pekan penuh diskusi dan spekulasi, dua karakter "Kanji" tersebut akhirnya diumumkan ke publik. "Reiwa"akan menjadi nama era sepanjang masa kekuasaan Naruhito.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi masyarakat Jepang, pengumuman nama era ini adalah acara besar dan dirayakan secara meriah. Semua surat kabar mengeluarkan edisi khusus "Reiwa," dan berbagai festival serta pertunjukan kaligrafi juga digelar untuk merayakan momen tersebut.
 
Diputuskannya "Reiwa" sebagai nama era merupakan hasil diskusi sebuah panel beranggotakan sembilan orang. Salah satu anggotanya adalah seorang peraih penghargaan Nobel.
 
Terdapat sejumlah aturan ketat mengenai penentuan nama era. Nama harus terdiri dari dua "Kanji," mudah dibaca dan ditulis, serta tidak mengandung karakter pertama dari empat era terdahulu: Heisei, Showa, Taisho dan Meiji.
 
Untuk mencegah kebocoran nama, panel berdiskusi di ruangan khusus yang dikunci rapat di kantor Perdana Menteri Shinzo Abe. Ruangan itu sudah diperiksa secara seksama, untuk memastikan tidak ada kamera atau alat perekam. Semua anggota panel tidak boleh membawa telepon genggam ke ruangan tersebut.
 
Kaisar Akihito akan menjadi monarki pertama Jepang yang turun takhta sejak dua abad terakhir. Dia akan melepaskan status kaisar pada 30 April mendatang. Putra Mahkota Naruhito akan menjadi meneruskan takhta satu hari setelahnya.
 
Keinginan Kaisar Akihito untuk melepaskan takhtanya sempat mendapat tentangan dari sejumlah petinggi negara. Namun, ia bersikeras untuk turun karena kondisi kesehatannya.
 
Kaisar terakhir Jepang yang melepaskan takhtanya secara sukarela adalah Kaisar Kokaku pada 1817.
 
Baca:Kaisar Akihito Minta Jepang Lebih Terbuka kepada Dunia Luar
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif