Sejumlah polisi berpatroli di Xinjiang, Tiongkok. (Foto: AFP)
Sejumlah polisi berpatroli di Xinjiang, Tiongkok. (Foto: AFP)

Tiongkok Klaim Tangkap 13 Ribu Teroris di Xinjiang

Internasional uighur
Sonya Michaella • 19 Maret 2019 09:25
Beijing: Pemerintah Tiongkok mengklaim telah menangkap 13 ribu 'teroris' di Xinjiang dalam lima tahun terakhir. Data ini terdapat dalam sebuah buku tentang perang melawan terorisme dan esktremisme serta perlindungan HAM di Xinjiang.
 
Buku ini dirilis di tengah tuduhan terhadap Tiongkok yang dilaporkan telah menahan lebih dari satu juta Uighur di Xinjiang untuk dijejali ideologi Partai Komunis.
 
"Kami telah menghancurkan 1.588 geng kekerasan dan teroris, menahan 12.995 teroris, menyita 2.052 alat peledak, menghukum 30.645 orang atas aktivitas 4.858 aktivitas keagamaan ilegal, dan menghancurkan 345.229 salinan materi keagamaan ilegal," bunyi pernyataan pemerintah Tiongkok, dikutip dari Guardian, Selasa 19 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:HRW Tuding Tiongkok Tahan Jutaan Minoritas Uighur
 
Di dalam buku tersebut, tercatat pula ada 30 serangan di Xinjiang sejak 1990 hingga Desember 2016. Akibatnya, 458 orang tewas dan 2.540 lainnya terluka akibat serangan para teroris.
 
Sementara itu, para warga yang terkena ideologi ekstremisme mendapatkan edukasi dan pelatihan di Xinjiang. Kondisi ini lah yang disebut Tiongkok diklaim para pihak sebagai penahanan terhadap kaum Uighur.
 
Namun, sejumlah kelompok HAM menyangkal isi dari buku yang baru dirilis pemerintah tersebut. Mereka menyebut apa yang dipaparkan oleh pemerintah adalah kepalsuan belaka.
 
"Pemerintah terus menyakinkan bahwa diplomat dan jurnalis asing disambut baik di Xinjiang. Nyatanya, media asing terus diawasi dan diblokade ketika mereka berusaha melaporkan apa yang terjadi di wilayah tersebut," ucap salah satu anggota Kongres Uighur Dunia.
 
Baca:Terkait Uighur, Tanggapan Negara Muslim Justru Minim
 
Sejak akhir 2018, tudingan kepada Tiongkok tentang adanya penahanan jutaan Uighur di Xinjiang terus bergulir hingga saat ini.
 
Muslim Uighur yang mayoritas berasal dari Turki ini ditangkap dan ditahan karena dituduh berhaluan ekstrem, yang salah satu indikasinya adalah pernah mengunjungi satu dari 26 negara yang dianggap sensitif oleh Tiongkok.
 
Mereka dilarang mengucapkan salam khas Islam dan harus belajar bahasa Mandarin, serta menyanyikan lagu-lagu propaganda.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif