Acara bertajuk Peran Media dalam Memberantas Korupsi di @america, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)
Acara bertajuk Peran Media dalam Memberantas Korupsi di @america, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Berita Kasus Korupsi Harus Mengedukasi Masyarakat

Internasional kpk
Marcheilla Ariesta • 11 Desember 2018 19:06
Jakarta: Media dituntut mengedukasi masyarakat lewat sekumpulan informasi yang diproses menjadi berita. Menurut Indonesia Corruption Watch, edukasi ini merupakan satu dari empat peran media dalam memberantas korupsi.
 
"Ada empat peran media dalam memberantas korupsi yang akan saya beberkan di sini. Salah satunya mengenai edukasi ke masyarakat," kata Wakil Koordinator ICW Ade Irawan dalam acara 'Peran Media dalam Memberantas Korupsi' di @america, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018.
 
Menurut Ade, masyarakat Indonesia sudah seperti terbiasa dengan korupsi karena jumlah kasusnya yang begitu banyak. Masyarakat dinilai relatif acuh tak acuh terhadap kasus korupsi. Sikap ini bisa jadi, tambah Ade, dikarenakan masyarakat tidak tahu dampak merusak dari korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten oleh mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Menurut dia, masyarakat kurang menyadari bahaya dari korupsi yang dilakukan Atut.
 
"Dia memanipulasi pembelian alat kesehatan, dari mahal menjadi yang murah. Namun akhirnya tidak bisa digunakan. Hal ini merugikan masyarakat karena hak mereka mendapat perawatan kesehatan yang layak akhirnya direnggut," tuturnya.
 
Karenanya, kata Ade, media di Indonesia harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dari korupsi. Ade mengatakan media berperan sebagai sistem peringatan dini, untuk mengingatkan adanya potensi-potensi korupsi.
 
Baca:KPK Resmikan Pusat Edukasi Antikorupsi
 
Media, kata Ade, juga berfungsi mengawal penegakan penanganan korupsi. Dalam hal ini, media dapat terus memberitakan proses hukum seorang koruptor. Media juga bisa mengkritik kinerja KPK jika dinilai lambat dalam menangani kasus korupsi.
 
Peran yang terakhir, kata Ade, media juga bisa melakukan investigasi kasus korupsi. Hal ini merujuk kerja sama media dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja di bidang pencegahan korupsi, bahkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK menganggap media sebagai bagian utama dalam pemberantasan korupsi. Menurut Febri, berita yang dibuat para jurnalis di KPK bukan semata informasi untuk dibagikan ke khalayak. "Namun informasi itu adalah bentuk kontribusi dalam pemberantasan korupsi," imbuhnya.
 
Kegiatan di @america ini dalam rangka memperingati Hari AntiKorupsi Internasional yang jatuh pada 9 Desember lalu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif