Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Malaysia Tak Andil dalam Pembebasan Sandera WNI di Filipina

Internasional perlindungan wni wni disandera abu sayyaf
Whisnu Mardiansyah • 16 Januari 2019 13:41
Jakarta: Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal memastikan bahwa Samsul Saguni bebas dari penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf.
 
Baca juga: Sempat Beredar Video Disandera, WNI di Filipina Dikabarkan Bebas.
 
Samsul yang diculik di perairan Sempurna, Malaysia pada 11 September 2018, dibebaskan pada Selasa 15 Januari 2019 pukul 15.35 waktu setempat. Usai diculik, Samsul langsung dibawa ke wilayah Filipina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Iqbal memastikan bahwa pihak Malaysia tidak ada kontribusi dalam pembebasan Samsul. Sebelumnya Usman Yunus yang diculik bersama Samsul, berhasil melarikan diri pada 7 Desember 2018.
 
“Pemerintah Filipina memberikan dukungan dalam upaya pembebasan sandera,” ujar Iqbal, Rabu, 16 Januari 2019.
 
“Para sandera diculik di wilayah Malasyia, tapi dalam proses pembebasannya tidak ada kontribusi Pemerintah Malaysia sama sekali,” imbuhnya.
 
Baca juga: Seorang WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan.
 
Mengenai kabar adanya uang tebusan yang dibayarkan dalam pembebasan Samsul, calon Duta Besar RI untuk Turki itu menegaskan, ”Tidak ada tebusan”.
 
Saat ini, Samsul masih berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan. Dia melakukan pemeriksaan kesehatan dan menunggu ke Zamboanga City. Setelah diserahkan kepada pihak KBRI Manila secara resmi, Samsul akan dipulangkan ke Indonesia.
 
Sejak 2016, sebanyak 36 WNI disandera Filipina Selatan. Dari jumlah tersebut, 34 diantaranya sudah bebas dan dua WNI masih dalam upaya pembebasan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif