Kamera pengawas menunjukkan detik-detik sebelum pelaku meledakkan diri di Gereja St Sebastian, Sri Lanka. (Foto: AFP).
Kamera pengawas menunjukkan detik-detik sebelum pelaku meledakkan diri di Gereja St Sebastian, Sri Lanka. (Foto: AFP).

CCTV Menunjukkan Pelaku Bom Sri Lanka Masuk ke Gereja

Internasional Ledakan Sri Lanka
Marcheilla Ariesta • 24 April 2019 16:48
Kolombo: Rekaman kamera pengawas menunjukkan seorang pengebom bunuh diri dengan tenang. Bahkan dia menepuk kepala dan pundak anak-anak sebelum berjalan masuk ke gereja yang penuh sesak kala itu.
 
Gambar-gambar di kamera pengawas itu menangkap detik-detik terakhir ketenangan sebelum dihancurkan oleh serangkaian serangan terkoordinasi.
 
Rekaman kamera keamanan itu terletak di luar Gereja St Sebastian di Negombo. Dalam kamera pengawas terlihat seorang pria berjanggut dengan kemeja biru muda, celana panjang berwarna gelap dan sandal melintasi halaman gereja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika mendekati sasarannya, dia melewati seorang bocah perempuan dan menepuk kepala serta pundak anak itu. Bocah tersebut mendongak ke arahnya ketika dia terus berjalan menuju gereja.
 
Anak perempuan itu adalah cucu Dilip Fernando, seorang pensiunan yang datang untuk beribadah di sana. Namun, karena melihat sesaknya dalam gereja tersebut, dia mencoba mencari tempat di luar.
 
Keputusan itu mungkin menyelamatkan hidup Dilip dan keluarganya, termasuk sang cucu. Meski berada di luar gereja, dia selamat.
 
Mereka yang tidak mendapat tempat duduk di dalam gereja, berkumpul di luar untuk mendengarkan. Beberapa di antara mereka mendengarkan seraya menggendong anak-anak.
 
Baca:Jumlah Korban Pengeboman di Sri Lanka Jadi 359 Orang
 
Di kamera pengawas lain, tersangka terlihat mencondongkan tubuh ke depan sembari berjalan. Tali ransel diikatkan dipinggang dan dadanya.
 
Saat dia tiba di dua pintu terbuka yang menghubungkan gereja dengan lorong tertutup di luar, rekaman berhenti. Bom yang diledakkannya mengoyak gereja.
 
Puluhan orang diyakini tewas dalam serangan paling mematikan pada Hari Raya Paskah tersebut.
 
"Di akhir misa, kami melihat seorang pemuda pergi ke gereja dengan tas yang berat. Dia menyentuh kepala cucuku. Dia pelaku bom bunuh diri itu," terang Dilip, dilansir dari laman AFP, Rabu 24 April 2019.
 
Serangan terjadi di tiga gereja dan empat hotel mewah di Sri Lanka. Hingga saat ini, polisi mengatakan jumlah korban tewas di tujuh tempat tersebut mencapai 359 orang. Sebanyak 500 orang lainnya menjadi korban luka.
 
Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom bunuh diri tersebut. Klaim ISIS, yang disertai sebuah foto dan video sekelompok orang pengklaim serangan tersebut.
 
Pemerintah Sri Lanka menyebut investigasi awal mengindikasikan serangan bom merupakan 'balasan' atas penembakan di dua masjid di Selandia Baru bulan lalu yang menewaskan 50 orang.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif