Pasukan militer Filipina mengangkat jenazah korban bom di sebuah gereja pada 27 Januari 2019. (Foto: AFP).
Pasukan militer Filipina mengangkat jenazah korban bom di sebuah gereja pada 27 Januari 2019. (Foto: AFP).

Satu Pelaku Pengeboman Diidentifikasi Warga Filipina

Internasional terorisme di filipina
Marcheilla Ariesta • 02 Juli 2019 18:28
Manila: Pihak berwenang Filipina telah berhasil mengidentifikasi satu dari dua pelaku pengeboman. Pelaku diidentifikasi sebagai warga Filipina.
 
Jenderal Militer Filipina, Mayjen Cirilito Sobejana mengatakan bahwa pelaku diidentifikasi sebagai Norman Lasuca, berusia 23 tahun. Dia diduga merupakan anggota kelompok teror Filipina yang pertama setuju menjadi pelaku bom bunuh diri.
 
"Menurut keluarga, Lasuca meninggalkan keluarganya sekitar lima tahun lalu dan bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf ynag berada di bawah kendali Komandan Hajan Sawadjaan," terang Sobejana, dilansir dari Sunstar, Selasa, 2 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sawadjaan merupakan seorang komandan kelompok Islamic State (ISIS) dan diduga mendalamngi serangan bunuh diri ini.
 
"Benar-benar sangat tragis bagi keluarga Lasuca. Mereka terakhir melihatnya lima tahun lalu, dan ini kali pertama mereka melihatnya lagi, namun dalam keadaan berbeda," tutur Sobejana.
 
Baca juga:WNI Diduga Pelaku Bom Pasukan Anti Teror Filipina
 
Dia mengatakan keluarga mengklaim kepala milik Lasuca dan menguburnya. Menurut Sobejana, kemiskinan dan kurangnya pendidikan menjadi faktor penyebab Lasuca bergabung dengan Abu Sayyaf.
 
Para pejabat militer mengatakan Lasuca berhasil lari ke kamp militer usai temannya dihentikan di gerbang oleh tentara. Pelaku pertama meledakkan bomnya, dan menewaskan tiga tentara di gerbang.
 
Setelah berhasil melewati penjagaan pertama, Lasuca ditembak tentara lain yang membuat dia meledakkan bomnya.
 
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mencurigai Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pelaku pengeboman pasukan anti-terorisme di Jolo, Filipina Selatan. Meski demikian penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengidentifikasi satu lagi pelaku bom bunuh diri.
 
Kelompok teroris Islamic State mengklaim bertanggungjawab atas pengeboman tersebut. Wilayah Filipina Selatan memang masih dikuasai oleh ISIS dan sejumlah jaringannya yang mengucap janji setia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif