Iwan Sunito dalam acara diaspora di Grand Indonesia, Jakarta, Senin 1 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Iwan Sunito dalam acara diaspora di Grand Indonesia, Jakarta, Senin 1 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Kongres Diaspora 2019 akan Bahas Isu Pemindahan Ibu Kota

Internasional diaspora indonesia Diaspora
Marcheilla Ariesta • 01 Juli 2019 16:00
Jakarta: Kongres Diaspora Indonesia akan kembali digelar tahun ini, dengan pemindahan ibu kota sebagai salah satu isu yang akan dibahas.
 
Salah satu penggerak Diaspora Indonesia, Iwan Sunito, mengatakan ada tiga hal yang ingin dicapai dalam forum ini.
 
"Kita harapkan acara diaspora ini bisa mencapai tiga hal yang mau kita capai. Pertama adalah menginspirasi, kedua melengkapi, dan yang ketiga, pemberdayaan," kata dia di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iwan menuturkan, untuk mencapai tiga hal itu, dia akan mengundang berbagai pembicara yang dianggap mumpuni di bidangnya. Salah satunya adalah Setia N Milatia Moemin, CEO perusahaan Damri.
 
Kisah perempuan yang kerap disapa Tia itu sangat menginspirasi. Tia juga merupakan mantan diaspora Indonesia. Keluarganya berada di San Francisco, Amerika Serikat.
 
Mengenai pemindahan ibu kota, Iwan mengatakan selama ini isu tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan diaspora Indonesia.
 
Untuk lebih memperjelas mengenai isu pemindahan ibu kota dan juga pembangunan kota, maka dia berencana mengundang Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagai salah satu panelis. Menurut Iwan, Ridwan Kamil yang juga merupakan arsitek, dapat memberi 'pencerahan' mengenai gambaran kota di masa depan.
 
Pengusaha properti terkemuka di Australia ini mengatakan akan ada beberapa sesi pembahasan dengan topik lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.
 
"Untuk pendidikan, kita bekerja sama dengan lembaga-lembaga penyedia beasiswa, baik itu dari pemerintah, atau dari kedutaan. Nantinya mereka akan membuka booth, dan pengunjung bisa bertanya-tanya bagaimana memperoleh beasiswa untuk belajar di luar negeri," tuturnya.
 
"Karena paling gampang untuk menjadi diaspora adalah dengan mengenyam pendidikan di luar negeri," imbuhnya.
 
Bulan lalu, Indonesian Diaspora Network (IDN) menargetkan sekitar dua ribu diapora di Kongres ke-5 Diaspora Indonesia. Kegiatan ini akan dihelat pada 10 hingga 13 Agustus 2019 di The Kasablanka Hall, Jakarta.
 
Bertemakan Empowering Indonesia’s Human Capital, kongres ini akan mempertemukan diaspora Indonesia untuk berdiskusi isu dan tantangan pembangunan sumber daya manusia dari berbagai sektor misalnya ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
 
Diaspora Indonesia sendiri pertama kali digagas oleh Dino di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 2012.
 
Setiap orang yang berdarah atau berbudaya Indonesia yang tingggal d luar Indonesia dan berprofesi sebagai pekerja, pelajar atau sudah lama di negara tersebut adalah diaspora, kecuali diplomat, turis, dan militer.
 
Baca:Diaspora Bantu Kemajuan Pembangunan Indonesia

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif