Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Huang Xilian di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Huang Xilian di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

ASEAN-Tiongkok Bertukar Pengalaman Soal Hoaks

Internasional asean asean-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 23 Juli 2019 20:40
Jakarta: Hoaks atau kabar bohong telah menjadi masalah bagi banyak negara, tak terkecuali Indonesia dan Tiongkok. Kedua negara sama-sama menyadari pentingnya untuk menghadapi isu ini.
 
Indonesia, sebagai bagian dari ASEAN, merasa perlu bekerja sama dengan Tiongkok untuk bertukar pengalaman dan pandangan dalam mengatasi hoaks.
 
Pertukaran pengalaman dan pandangan ini dilakukan dalam kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Media ASEAN-Tiongkok di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Media saat ini menghadapi tantangan dan peluang baru di era digital, salah satunya isu hoaks atau berita palsu. Karenanya kegiatan ini kami buat untuk memajukan hubungan ke tingkat lebih tinggi, untuk mengatasi isu ini," tutur Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Huang Xilian, di Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Dia mengatakan peran media sangat penting dalam menghadapi hoaks. Media, menurut Xilian, berperan konstruktif untuk mengurangi atau mengklarifikasi kekeliruan informasi yang beredar di tengah masyarakat
 
Xilian menegaskan Tiongkok memang terus berjuang melawan hoaks, tapi tidak pernah 'mengontrol' media seperti yang dianggap sejumlah pihak selama ini.
 
"Karena tidak mungkin untuk mengontrol informasi sekarang di era digital. Kami hanya ingin mendorong mereka (media) memainkan peran yang lebih konstruktif," tuturnya.
 
Alih-alih menyebarkan berita palsu, Xilian mengatakan media sebaiknya menjadi alat untuk menceritakan kisah nyata dan informasi berkualitas kepada masyarakat. Menurutnya, itulah salah satu fungsi ideal dari media.
 
Senada dengan Xilian, Wakil Sekretaris Jenderal bidang Sosial dan Budaya ASEAN, Kung Phoak, menilai peran media sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Media menawarkan peluang luar biasa untuk memungkinkan warga negara kita saling mengenal, termasuk berbagi harapan, aspirasi dan ikatan yang menjadikan kita sebuah komunitas," katanya.
 
Baca:Arti ASEAN Bagi Tiongkok
 
Dalam konferensi ini, para peserta berdiskusi tentang peran media dalam membangun kedekatan antara masyarakat ASEAN dan China, mempererat hubungan Tiongkok-ASEAN di era digital, serta cara memperkuat kerja sama media dalam proses membangun komunitas ASEAN-China yang semakin dekat.
 
Menurut Kung Phoak, di era teknologi seperti saat ini, masyarakat perlu dibekali kemampuan dan pola pikir untuk menggunakan informasi dalam kerangka konstruktif.
 
Untuk itu, kata dia, dalam membangun ketahanan media yang lebih baik, para Menteri ASEAN Bidang Informasi (AMRI) telah mendukung berbagai inisiatif regional untuk mempromosikan literasi media dan informasi dan untuk menanggulangi hoaks dan informasi yang kurang akurat atau keliru.
 
"Saya berharap bahwa Tiongkok dapat bermitra dengan ASEAN dalam mempromosikan seluruh spektrum kesiapan dan aksesibilitas digital yang dapat mencakup tanggapan kolektif terhadap penyebaran informasi yang salah dan kabar bohong," pungkas dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif